MANAJEMEN PEMBELAJARAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA RELIGIUS DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI I MALANG DAN MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI II MALANG

Hijrotin, Dzaqi (2026) MANAJEMEN PEMBELAJARAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA RELIGIUS DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI I MALANG DAN MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI II MALANG. Doctoral thesis, UIN KHAS JEMBER.

[img] Text
Upload perpus watermark.pdf

Download (13MB)

Abstract

ABSTRAK
Dzaqi Hijrotin, 2026. Manajemen pembelajaran karakter berbasis budaya religius di Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Malang dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri II Malang. Disertasi, Program Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Tahun 2026. Promotor: Prof. Dr. H. Sofyan Tsauri, M.M., Co. Promotor : Przof. Dr. H. Abd. Muis, M.M
Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran Karakter, Budaya Religius, Madrasah Ibtidaiyah
Di era globalisasi dan digitalisasi yang pesat, pendidikan tidak lagi sekadar mengejar keunggulan akademik (kognitif), tetapi juga dituntut untuk mengokohkan fondasi moral dan spiritual siswa. Manajemen pembelajaran yang berfokus pada pembentukan karakter religius hadir sebagai jawaban atas tantangan krisis moral dan pendangkalan nilai agama. Karakter religius di sini bukan sekadar hafalan ajaran agama, melainkan transformasi nilai-nilai ilahiah ke dalam kepribadian yang terwujud dalam perilaku sehari-hari—sikap toleran, cinta damai, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Manajemen pembelajaran yang efektif untuk tujuan ini tidak berjalan secara kebetulan, melainkan terencana, terarah, dan terintegrasi melalui empat tahapan utama: Perencanaan (Planning): Sekolah/Madrasah merancang kurikulum yang mengintegrasikan nilai religius, tidak hanya pada pelajaran PAI, tetapi juga dalam budaya sekolah/madrasah (kurikulum tersembunyi). Pengorganisasian (Organizing): Melibatkan seluruh komponen sekolah—kepala sekolah, guru, hingga staf—sebagai model teladan (role model) dalam berperilaku religius. Pelaksanaan (Actuating): Menerapkan kegiatan rutin (salat berjamaah, tadarus), kegiatan terprogram (pesantren kilat, peringatan hari besar), dan pembiasaan positif di kelas. Pengawasan & Evaluasi (Controlling): Memantau perkembangan perilaku religius siswa secara konsisten, bukan sekadar nilai ujian, untuk memastikan budaya religius benar-benar terbentuk. Dengan manajemen yang berbasis POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang kuat, sekolah/madrasah berhasil menciptakan "Budaya Religius" (religious culture) yang utuh. Hal ini pada akhirnya akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berakhlak mulia (karakter religius) dan siap menjawab tantangan zaman dengan keteguhan iman.
Berdasarkan konteks penelitian tersebut, maka fokus penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana konsep perencanaan pembelajaran, pola pembelajaran, dan model evaluasi pembelajaran karakter berbasis budaya relegius di MIN I dan MIN II Malang ? Sementara tujuannya mendeskripsikan konsep perncanaan, pola pelaksanaan, dan model evaluasi pembelajaran karakter berbasis budaya religius di MIN I dan MIN II Malang
Penelitian ini didesain dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus dengan studi multisitus di MIN I Malang dan MIN II Malang. Sementara pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumenter. Karena itu pengujian validitas data dilakukan dengan menggunakan teknik trianggulasi sumber dan metode. Kemudian untuk analisis
vii
data penelitian ini menggunakan model analisis data dari Miles, Huberman dan Saldana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) konsep perencanaan pembelajaran karakter berbasis budaya religius dirancang melalui integrasi nilai-nilai religius ke dalam kebijakan madrasah, kurikulum, program pembelajaran, serta perangkat pembelajaran secara sistematis; (2) pola pelaksanaan pembelajaran karakter diwujudkan melalui integrasi kegiatan pembelajaran, keteladanan guru, pembiasaan religius, budaya madrasah, dan hidden curriculum yang berlangsung secara berkelanjutan; dan (3) model evaluasi pembelajaran karakter dilaksanakan secara autentik melalui observasi sikap, pemantauan perilaku, serta evaluasi program budaya religius sebagai bagian dari pengendalian pembelajaran karakter.
Temuan penelitian menghasilkan Model Manajemen Pembelajaran Karakter Berbasis Budaya Religius yang mengintegrasikan fungsi manajemen pendidikan berupa planning, organizing, actuating, dan controlling dengan budaya religius, keteladanan, pembiasaan, hidden curriculum, dan evaluasi berkelanjutan dalam satu sistem pengelolaan pembelajaran karakter. Model ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran nilai secara formal, tetapi memerlukan pengelolaan budaya religius yang terintegrasi dan berkelanjutan. Temuan tersebut memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam, khususnya dalam pengembangan model manajemen pembelajaran karakter berbasis budaya religius pada madrasah. Sementara temuan formalnya dapat dideskripsikan, Character learning management based on religious culture is not merely a process of teaching moral knowledge, but a systematic management process that integrates planning, organizing, actuating, and controlling with religious culture, role modeling, habituation, hidden curriculum, and continuous evaluation to internalize character values sustainably. Artinya: manajemen pembelajaran karakter berbasis budaya religius tidak hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan moral, tetapi merupakan proses pengelolaan pembelajaran yang mengintegrasikan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian dengan budaya religius, keteladanan, pembiasaan, hidden curriculum, serta evaluasi berkelanjutan dalam membentuk karakter peserta didik secara sistematis.
viii
ABSTRACT
Dzaqi Hijrotin, 2026. Management of Character Learning Based on Religious Culture at Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Malang and Madrasah Ibtidaiyah Negeri II Malang. Dissertation, Postgraduate Program, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, 2025. Promotor: Prof. Dr. H. Sofyan Tsauri, M.M.; Co-Promotor: Prof. Dr. H. Abd. Muis, M.M.
Keywords: Character Learning Management, Religious Culture, Madrasah Ibtidaiyah
In the era of rapid globalization and digitalization, education is no longer merely focused on achieving academic (cognitive) excellence, but is also required to strengthen students’ moral and spiritual foundations. Learning management that focuses on the formation of religious character emerges as a response to the challenges of moral crises and the weakening of religious values. Religious character here is not merely the memorization of religious teachings, but the transformation of divine values into personality, manifested in daily behavior—such as tolerance, peace-loving attitudes, discipline, honesty, and responsibility.
Effective learning management for this purpose does not occur by chance, but is systematically planned, directed, and integrated through four main stages: Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC). In the planning stage, schools/madrasahs design curricula that integrate religious values not only in Islamic Religious Education (PAI) subjects but also within the school culture (hidden curriculum). In organizing, all school components—principals, teachers, and staff—are involved as role models in demonstrating religious behavior. In actuating, implementation is carried out through routine activities (congregational prayers, Qur’an recitation), programmed activities (Islamic boarding school programs, commemoration of Islamic holidays), and positive habituation in the classroom. In controlling and evaluation, the development of students’ religious behavior is consistently monitored, not merely through exam scores, to ensure that a genuine religious culture is formed.
With strong POAC-based management, schools/madrasahs succeed in creating a comprehensive “religious culture.” This ultimately produces a generation that is not only intellectually competent but also possesses noble character (religious character) and is ready to face the challenges of the times with firm faith.
Based on this research context, the focus of the study is formulated as follows: How are the concepts of learning planning, learning patterns, and evaluation models of character education based on religious culture implemented at MIN I and MIN II Malang? The objective of this study is to describe the concepts of planning, implementation patterns, and evaluation models of character learning based on religious culture at MIN I and MIN II Malang.
This study employs a qualitative approach with a case study design, specifically a multi-site study conducted at MIN I Malang and MIN II Malang. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. Data
ix
validity is ensured through source and method triangulation. Data analysis

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 19 STUDIES IN CREATIVE ARTS AND WRITING > 1901 Art Theory and Criticism > 190199 Art Theory and Criticism not elsewhere classified
Divisions: Program Doktoral > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Dzaqi Hijrotin
Date Deposited: 25 Jun 2026 07:49
Last Modified: 25 Jun 2026 07:49
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/56132

Actions (login required)

View Item View Item