Habibulloh, Habibulloh (2026) Praktik Kafa'ah Beda Status Sosial Di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo. Masters thesis, Uin Kiai Ahcmad Siddiq Jember.
|
Text
HABIBULLOH_ 233206050011.pdf Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK
Habibulloh, 2026. Praktik Kafa’ah Beda Status Sosial Di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo Perspektif Multikulturalisme. Tesis Program Studi Hukum Keluarga Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Pembimbing I: Dr. H. Pujiono, M.Ag. Pembimbing II: Dr. Muhammad Faisol, S.sos. M. Ag.
Kata kunci : Kafa’ah, Multikulturalisme, Stratifikasi Sosial.
Pernikahan dalam Islam bertujuan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah melalui konsep kafa’ah sebagai kesepadanan pasangan. Namun, berdasarkan observasi awal di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, masyarakat yang dipengaruhi budaya Madura dan tradisi pesantren memahami kafa’ah secara lebih fleksibel, yaitu berdasarkan kecocokan agama, karakter, tanggung jawab, dan kemampuan membangun rumah tangga, bukan semata-mata kesamaan status sosial.
Fokus penelitian dalam tesis ini (1) bagaimana praktik kafa’ah beda status sosial di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, (2) bagaimana pengaruh status sosial terhadap praktik kafa’ah yang terjadi di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, (3) bagaimana implikasi status sosial terhadap praktik kafa’ah beda status sosial Di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lalu teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpilan data yang digunakan ada tiga yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan analisis data yang digunakan adalah diantaranya reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penarikan kesimpulan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Praktik kafa’ah dalam pernikahan beda status sosial di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo lebih menekankan agama, akhlak, tanggung jawab, dan komitmen daripada kesamaan status sosial. Pendidikan, pekerjaan, ekonomi, dan keturunan tetap dipertimbangkan, tetapi bukan faktor utama. 2) Status sosial dalam pemilihan pasangan masih menjadi pertimbangan keluarga, namun masyarakat lebih mengutamakan kualitas pribadi, kesiapan berumah tangga, serta nilai agama dan akhlak yang dipengaruhi budaya Madura dan tradisi pesantren. 3) Implikasi perbedaan status sosial dalam pernikahan umumnya tidak menjadi hambatan, karena keharmonisan rumah tangga lebih ditentukan oleh agama, akhlak, dan tanggung jawab pasangan daripada kesamaan status sosial.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Magister > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Mr Perpustakaan Habibulloh |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 08:05 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 08:05 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/56529 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
