Sheilla Santi, Rochmatus (2026) PERAN AYAH DALAM KELUARGA UNTUK MENCEGAH KENAKALAN REMAJA DI ERA DIGITAL DI DESA PAKUSARI KECAMATAN PAKUSARI. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq jember.
|
Text
Rochmatus Sheilla Santi WTM.pdf Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK
Rochmatus Sheilla Santi, 2026: Peran Ayah Dalam Keluarga Untuk Mencegah Kenakalan Remaja Di Era Digital Di Desa Pakusari Kecamatan Pakusari.
Kata kunci : Peran Ayah, Kenakalan Remaja, Era Digital, Desa Pakusari
Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak signifikan terhadap kehidupan remaja, baik secara positif maupun negatif. Akses internet yang luas memudahkan remaja dalam memperoleh informasi, namun juga berpotensi menimbulkan berbagai perilaku menyimpang, seperti kecanduan gadget, menurunnya interaksi sosial, serta paparan konten negatif. Kondisi ini menuntut adanya peran keluarga, khususnya ayah, dalam memberikan pembinaan, komunikasi yang efektif, serta pengawasan terhadap anak. Ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pembimbing moral, teladan, dan pengontrol perilaku remaja di era digital.
Fokus penelitian ini meliputi: (1) peran ayah dalam memberikan bimbingan moral sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja di era digital; (2) strategi komunikasi ayah dalam mencegah kenakalan remaja; dan (3) bentuk pengawasan ayah terhadap aktivitas digital remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran ayah dalam bimbingan moral, mengetahui strategi komunikasi ayah, serta mengidentifikasi bentuk pengawasan terhadap aktivitas digital remaja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasi, mengelompokkan, serta menafsirkan data untuk menemukan pola dan makna terkait peran ayah dalam mencegah kenakalan remaja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ayah dalam mencegah kenakalan remaja di era digital di Desa Pakusari dilakukan melalui tiga aspek utama. Pertama, dalam bimbingan moral, ayah menanamkan nilai-nilai agama, kedisiplinan, tanggung jawab, serta memberikan nasihat secara langsung maupun melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, dalam strategi komunikasi, ayah menerapkan komunikasi yang bersifat terbuka, santai, dan situasional, sehingga anak merasa nyaman untuk bercerita dan menerima arahan, meskipun intensitas komunikasi masih dipengaruhi oleh kesibukan ayah. Ketiga, dalam pengawasan aktivitas digital, ayah melakukan kontrol melalui pembatasan waktu penggunaan gadget, pengecekan aktivitas media sosial, serta pengawasan tidak langsung dengan melibatkan ibu. Secara keseluruhan, peran ayah dalam keluarga telah berjalan cukup baik sebagai upaya preventif dalam mencegah kenakalan remaja, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan literasi digital ayah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1608 Sociology > 160806 Social Theory 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1608 Sociology > 160807 Sociological Methodology and Research Methods |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam |
| Depositing User: | S Rochmatus Sheilla Santi |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 06:58 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 06:58 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/56763 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
