Wahyuni, Nurilla Eka (2026) Peran Guru dalam Mengembangkan Emotional Quotient pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Siswa Kelas VIII F di MTsN 10 Banyuwangi. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
SKRIPSI NURILLA EKA WAHYUNI.pdf Download (5MB) |
Abstract
Nurilla Eka Wahyuni, 2026: Peran Guru dalam Mengembangkan Emotional Quotient pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Siswa Kelas VIII F di MTsN 10 Banyuwangi.
Kata kunci: Peran Guru, Emotional Quotient.
Pembelajaran Akidah Akhlak tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan Emotional Quotient peserta didik. Hasil observasi awal di kelas VIII F MTsN 10 Banyuwangi menunjukkan masih terdapat siswa yang kurang percaya diri, belum mampu mengendalikan emosi, dan kurang berempati. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran guru sebagai teladan, pembimbing, dan motivator dalam mengembangkan Emotional Quotient.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana peran guru sebagai teladan dalam mengembangkan Emotional Quotient pada mata pelajaran Akidah Akhlak siswa kelas VIII F di MTsN 10 Banyuwangi? 2) Bagaimana peran guru sebagai pembimbing dalam mengembangkan Emotional Quotient pada mata pelajaran Akidah Akhlak siswa kelas VIII F di MTsN 10 Banyuwangi? 3) Bagaimana peran guru sebagai motivator dalam mengembangkan Emotional Quotient pada mata pelajaran Akidah Akhlak siswa kelas VIII F di MTsN 10 Banyuwangi?
Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan peran guru sebagai teladan dalam mengembangkan Emotional Quotient pada mata pelajaran Akidah Akhlak siswa kelas VIII F di MTsN 10 Banyuwangi; 2) untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pembimbing dalam mengembangkan Emotional Quotient pada mata pelajaran Akidah Akhlak siswa kelas VIII F di MTsN 10 Banyuwangi; dan 3) untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dalam mengembangkan Emotional Quotient pada mata pelajaran Akidah Akhlak siswa kelas VIII F di MTsN 10 Banyuwangi.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Penelitian ini sampai pada simpulan bahwa: 1) guru sebagai teladan mengembangkan Emotional Quotient melalui keteladanan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai akhlak; 2) guru sebagai pembimbing mengembangkan Emotional Quotient melalui pendampingan, arahan, dan bimbingan dalam membantu siswa mengelola emosi serta berinteraksi secara positif; dan 3) guru sebagai motivator mengembangkan Emotional Quotient melalui pemberian motivasi, apresiasi, nasihat, dan penguatan positif sehingga siswa lebih percaya diri, mampu mengendalikan emosi, dan menunjukkan sikap empati.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Nurilla Eka Wahyuni |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 08:05 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 08:05 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/56793 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
