Salsabilla, Fahmia Safna (2026) PROSES BERPIKIR KOMPUTASIONAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BARISAN DAN DERET DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN SENSING-INTUITION PADA SISWA KELAS XI RPL (REKAYASA PERANGKAT LUNAK) DI SMKN 3 JEMBER. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Fahmia Safna Salsabilla_224101070003.pdf Download (6MB) |
Abstract
Fahmia Safna Salsabilla (2026): Proses Berpikir Komputasional dalam Menyelesaikan Masalah Barisan dan Deret Ditinjau dari Tipe Kepribadian Sensing-Intuition pada siswa kelas XI RPL di SMKN 3 Jember.
Kata Kunci: Berpikir Komputasional, Barisan dan Deret, Sensing-Intuition
Berpikir komputasional merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran matematika untuk menyelesaikan masalah secara logis dan sistematis. Namun, proses berpikir komputasional siswa belum teridentifikasi secara mendalam karena pembelajaran masih berfokus pada hasil akhir. Pada materi barisan dan deret, kemampuan berpikir komputasional siswa dapat berbeda-beda, salah satunya dipengaruhi oleh tipe kepribadian. Perbedaan karakteristik tipe kepribadian sensing dan intuition dalam memproses informasi memungkinkan adanya perbedaan proses berpikir komputasional siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan proses berpikir komputasional siswa kelas XI RPL bertipe kepribadian sensing dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret; dan 2) Mendeskripsikan proses berpikir komputasional siswa kelas XI RPL bertipe kepribadian intuition dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan hasil tes kepribadian sensing-intuition, masing-masing tipe diambil 2 subjek dengan kemampuan matematis tinggi dari jumlah siswa sebanyak 35 orang. Teknik pengumpulan data berupa tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berdasarkan analisis data Miles, Huberman dan Saldana. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proses berpikir komputasional siswa antara tipe sensing dengan tipe intuition. Siswa sensing melakukan semua tahapan berpikir komputasional, mereka membagi masalah secara rinci, mengenali pola berdasarkan pertambahan setiap suku, memilih informasi yang relevan dan menyelesaikan masalah secara prosedural, sistematis, serta melakukan pengecekan ulang sehingga lebih teliti dalam memperbaiki kesalahan. Sementara, siswa intuition hanya melakukan tahapan dekomposisi dan pengenalan pola, mereka dapat membagi masalah, mengenali keteraturan pola melalui hubungan antar suku serta perubahan pola secara abstrak dan lebih mengutamakan rumus karena dianggap lebih efisien. Pada tahap abstraksi dan berpikir algoritma, siswa intuition kurang teliti terhadap detail informasi sehingga terjadi kesalahan dalam penginputan data. Akibatnya, penyelesaian siswa intuition menjadi kurang sistematis dan tepat dalam menentukan batasan pola, sehingga hasil penyelesaian yang diperoleh belum optimal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 01 MATHEMATICAL SCIENCES > 0199 Other Mathematical Sciences > 019999 Mathematical Sciences not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Tadris Matematika |
| Depositing User: | Fahmia Safna Salsabilla |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 08:48 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 08:48 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/56869 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
