KARAKTERISTIK MORFOLOGI TANAMAN PISANG DI KABUPATEN LUMAJANG BERDASARKAN PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT SEBAGAI ENSIKLOPEDIA DIGITAL

Firlia Nurhanifa Haqqi, Nazila Firdaus (2026) KARAKTERISTIK MORFOLOGI TANAMAN PISANG DI KABUPATEN LUMAJANG BERDASARKAN PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT SEBAGAI ENSIKLOPEDIA DIGITAL. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
wm REVISI SKRIPSI FIX.pdf

Download (10MB)

Abstract

Firlia Nurhanifa Haqqi Nazila Firdaus, 2026: Karakteristik Morfologi Tanaman
Pisang di Kabupaten Lumajang Berdasarkan Perbedaan Ketinggian Tempat
Sebagai Ensiklopedia Digital.
Kata kunci: morfologi, pisang, perbedaan ketinggian tempat, ensiklopedia digital.
Kabupaten Lumajang adalah salah satu sentra produksi pisang di Provinsi
Jawa Timur dengan total produksi mencapai 684.013,52 ton. Hasil observasi prapenelitian
menunjukkan terdapat tanaman pisang yang tumbuh di dua ketinggian
yang berbeda, yaitu dataran tinggi di Desa Kertowono dan dataran rendah di Desa
Yosowilangun Lor. Perbedaan lingkungan di dua ketinggian tersebut berpotensi
memengaruhi keragaman jenis dan karakter morfologi di masing-masing lokasi.
Tujuan dari penelitian ini meliputi: (1) mengidentifikasi jenis tanaman
pisang yang ditemukan di wilayah dataran tinggi dan dataran rendah Kabupaten
Lumajang, (2) mendeskripsikan karakteristik morfologi tanaman pisang di wilayah
dataran rendah Kabupaten Lumajang, (3) mendeskripsikan karakteristik morfologi
tanaman pisang di wilayah dataran tinggi Kabupaten Lumajang, (4)
mendeskripsikan perbedaan karakter morfologi jenis tanaman pisang yang sama di
wilayah dataran tinggi dan dataran rendah Kabupaten Lumajang, dan (5)
mendeskripsikan validitas ensiklopedia digital hasil penelitian karakter morfologi
tanaman pisang di Kabupaten Lumajang berdasarkan perbedaan ketinggian tempat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode
jelajah pada dua lokasi penelitian. Desa Yosowilangun Lor (25-100 mdpl) mewakili
dataran rendah dan Desa Kertowono (650-1.500 mdpl) mewakili dataran tinggi.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket validasi. Parameter
pengamatan karakter morfologi pisang meliputi organ akar, batang semu, daun,
tandan, bunga, buah, dan biji berdasarkan deskriptor IPGRI (1996) dengan
identifikasi warna menggunakan Royal Horticultural Society (RHS) Colour Chart.
Validasi ensiklopedia digital dilakukan oleh 2 ahli materi dan 2 ahli media
menggunakan instrumen penilaian skala Likert 1-4. Keabsahan data dilakukan
melalui triangulasi waktu serta hasil identifikasi divalidasi oleh ahli taksonomi
tumbuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) teridentifikasi 13 jenis pisang
(Musa spp.), yaitu 9 jenis di dataran rendah dan 10 jenis di dataran tinggi, dengan
6 jenis ditemukan di kedua lokasi, 3 jenis eksklusif dataran rendah (Raja, Merah,
dan Kayu), serta 4 jenis eksklusif dataran tinggi (Embuk, Mas, Moro Seneng, dan
Nangka); (2) seluruh jenis dataran rendah memiliki karakter dasar morfologi sesuai
dengan teori morfologi pisang dengan variasi antar jenis, Pisang Agung paling
menonjol dengan ukuran organ terbesar dan Pisang Merah satu-satunya berkulit
ungu-merah; (3) jenis dataran tinggi juga sesuai teori morfolgi pisang dengan
Pisang Kepok tertinggi (375 cm) dan Agung memiliki organ generatif terbesar; (4)
tanaman dataran rendah cenderung berukuran lebih besar dibanding tanaman
sejenis di dataran tinggi yang lebih kompak; (5) Hasil validasi ensiklopedia digital
menunjukkan rata-rata kevalidan sebesar 91,35% dengan kategori sangat valid,
sehingga ensiklopedia digital dinilai valid sebagai sumber belajar.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130199 Education systems not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Tadris Biologi
Depositing User: Firlia Nurhanifa Haqqi Nazila Firdaus
Date Deposited: 30 Jun 2026 13:09
Last Modified: 30 Jun 2026 13:09
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/56912

Actions (login required)

View Item View Item