Hartini, Dwi Dimiati (2026) Manajemen Konflik antara Pengurus Senior dan Junior dalam Pengelolaan Organisasi di Pondok Pesantren At-Taufiq Wringin Bondowoso. Masters thesis, UIN KHAS Jember.
|
Text
Dwi Dimiati Hartini_222101030066 (1).pdf Download (5MB) |
Abstract
Dwi Dimiati Hartini, 2026. Manajemen Konflik Antara Pengurus Senior dan Junior dalam Pengelolaan Organisasi di Pondok Pesantren At-Taufiq Wringin Bondowoso.
Kata Kunci: Manajemen Konflik, Pengurus Senior Dan Junior, Pengelolaan Organisasi.
Manajemen konflik antara pengurus senior dan junior merupakan persoalan penting dalam menjaga stabilitas organisasi pesantren. Perbedaan usia, pengalaman, pola pikir, pola komunikasi, dan cara pandang dalam pengelolaan organisasi sering memunculkan konflik. Pengurus senior cenderung mempertahankan pola kepemimpinan tradisional berdasarkan pengalaman dan nilai pesantren, sedangkan pengurus junior lebih terbuka terhadap inovasi, digitalisasi, dan sistem kerja yang fleksibel. Konflik yang muncul umumnya bersifat laten, namun tetap memengaruhi koordinasi, komunikasi, dan efektivitas organisasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen konflik yang tepat untuk menjaga keharmonisan organisasi.
Fokus penelitian ini meliputi: (1) bentuk konflik antara pengurus senior dan junior dalam pengelolaan organisasi di Pondok Pesantren At-Taufiq Wringin Bondowoso, (2) faktor penyebab konflik antara keduanya, dan (3) strategi manajemen konflik yang diterapkan untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Penelitian bertujuan mendeskripsikan bentuk konflik, faktor penyebab konflik, dan strategi manajemen konflik antara pengurus senior dan junior di Pondok Pesantren At-Taufiq Wringin Bondowoso.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pengasuh pesantren, pembina, pengurus harian, serta bidang-bidang kepengurusan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk konflik meliputi miskomunikasi dalam rapat akibat budaya sungkan, penolakan pengurus senior terhadap administrasi digital dan media sosial, keputusan yang tetap berpusat pada kiai/senior, serta perbedaan orientasi sistem kerja antara senior dan junior; (2) faktor penyebab konflik meliputi perasaan senior yang lebih berpengalaman, resistensi terhadap inovasi dan digitalisasi, struktur organisasi yang berpusat pada kiai dan senior sebagai pemegang otoritas utama, serta sikap junior yang cenderung pasif karena sungkan menyampaikan kritik; dan (3) strategi manajemen konflik dilakukan melalui musyawarah, mediasi, kompromi, pembinaan, serta pendekatan kekeluargaan melalui komunikasi informal dan pendekatan personal.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 15 COMMERCE, MANAGEMENT, TOURISM AND SERVICES > 1503 Business and Management > 150311 Organisational Behaviour |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Dwi Dimiati Hartini |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 02:44 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 02:44 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57029 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
