POLA INTERAKSI SUAMI ISTRI TUNAWICARA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI ANAK: STUDI KASUS PADA SATU KELUARGA DI TEMBOKREJO, BANYUWANGI

Asshofi Mp, Moh.Shohibul Hikam (2026) POLA INTERAKSI SUAMI ISTRI TUNAWICARA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI ANAK: STUDI KASUS PADA SATU KELUARGA DI TEMBOKREJO, BANYUWANGI. Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.

[img] Text
Moh. Shohibul Hikam Asshofi Mp_ 224103030010.pdf

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK
Moh. Shohibul Hikam Asshofi Mp, 2026. Pola Interaksi Suami Istri Tunawicara
dalam Pembentukan Identitas Diri Anak: Studi Kasus pada Satu Keluarga
di Tembokrejo, Banyuwangi.
Kata Kunci: Pola Interaksi, Suami Istri Tunawicara, Identitas Diri Anak.
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam proses
pembentukan identitas diri anak. Melalui interaksi yang berlangsung dalam
keluarga, anak belajar memahami nilai, norma, dan perilaku yang menjadi dasar
perkembangan dirinya. Pada keluarga tunawicara, interaksi dilakukan melalui
komunikasi nonverbal seperti bahasa isyarat, tulisan, gerakan tubuh, ekspresi
wajah, dan media digital. Meskipun memiliki keterbatasan dalam komunikasi
verbal, pasangan suami istri tunawicara tetap menjalankan fungsi keluarga dan
pengasuhan anak. Oleh karena itu, pola interaksi yang dibangun dalam keluarga
tunawicara menjadi penting untuk dikaji karena berpotensi memengaruhi
pembentukan identitas diri anak.
Fokus penelitian ini adalah mengkaji bentuk pola interaksi pasangan suami
istri tunawicara dalam kehidupan keluarga, perannya dalam pembentukan
identitas diri anak, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi
proses interaksi tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pola interaksi
pasangan suami istri tunawicara, menjelaskan perannya dalam pembentukan
identitas diri anak, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang
memengaruhi proses interaksi keluarga tunawicara di Desa Tembokrejo,
Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang, yaitu KK sebagai ayah, KP
sebagai ibu, dan FN sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui
wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan selama 12 hari, dan
dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan
Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik,
dan perpanjangan keikutsertaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi pasangan suami istri
tunawicara diwujudkan melalui komunikasi simbolik, kerja sama, penyelesaian
masalah, dan pengambilan keputusan bersama. Pola interaksi tersebut berperan
dalam pembentukan identitas diri anak yang tercermin melalui bentuk-bentuk
kepercayaan diri dan kemandirian anak yang tampak dalam aktivitas sehari-hari di
lingkungan keluarga. Faktor pendukung meliputi dukungan keluarga besar, kerja
sama suami istri, dan penerimaan masyarakat sekitar, sedangkan faktor
penghambat meliputi hambatan komunikasi serta adaptasi sosial anak. Temuan
penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi yang dibangun secara konsisten
dalam keluarga tunawicara memiliki peran penting dalam mendukung
perkembangan identitas diri anak.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170102 Developmental Psychology and Ageing
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Mr. Moh.Shohibul Hikam Asshofi Mp
Date Deposited: 01 Jul 2026 08:09
Last Modified: 01 Jul 2026 08:09
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57275

Actions (login required)

View Item View Item