Miftahul Jannah, Intan (2016) Resiliensi Orang Tua yang Memiliki Anak Autis (Studi pada Keluarga Anak Autis di Kecamatan Balung, Kabupaten Jember). Undergraduate thesis, UIN KH. Achmad Siddiq Jember.
|
Text
SKRIPSI INTAN MIFTAHUL JANNAH (3).pdf Download (4MB) |
Abstract
Kata Kunci: Anak Autis, Orang Tua, Resiliensi, Stigma Sosial.
Resiliensi orang tua yang memiliki anak autis merupakan kemampuan orang
tua untuk bertahan, bangkit, dan menyesuaikan diri dalam menghadapi tekanan
psikologis maupun sosial akibat kondisi anak dan stigma dari lingkungan sekitar.
Orang tua anak autis seringkali menghadapi berbagai tantangan seperti perasaan
sedih, penolakan, tekanan emosional, keterbatasan ekonomi, hingga stigma
masyarakat yang memandang autisme sebagai aib, akibat kesalahan orang tua, atau
kondisi yang memalukan. Penelitian ini mengkaji bagaimana bentuk resiliensi yang
dimiliki orang tua serta hambatan yang dihadapi dalam membangun dan
mempertahankan resiliensi di Kecamatan Balung Kabupaten Jember.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) untuk mengetahui bagaimana
bentuk resiliensi orang tua yang memiliki anak autis di Kecamatan Balung
Kabupaten Jember. 2) untuk mengetahui hambatan yang dihadapi orang tua dalam
membangun dan mempertahankan resiliensi terhadap kondisi anak autis dan stigma
sosial yang diterima.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan bentuk resiliensi orang tua
yang memiliki anak autis di Kecamatan Balung Kabupaten Jember. 2) mengungkap
hambatan yang dihadapi orang tua dalam membangun dan mempertahankan
resiliensi terhadap kondisi anak autis dan stigma sosial di lingkungan masyarakat.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian
fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data dalam penelitian ini
meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi
data. Sementara itu, keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan
triangulasi teknik.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi orang tua berkembang secara
bertahap melalui kemampuan regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme,
analisis kausal, empati, efikasi diri, dan reaching out. Orang tua mampu menerima
kondisi anak, mengelola emosi ketika menghadapi perilaku anak maupun stigma
sosial, serta tetap memiliki harapan positif terhadap perkembangan anak di masa
depan. Selain itu, dukungan pasangan, keluarga, dan hubungan dengan sesama
orang tua anak berkebutuhan khusus menjadi faktor penting dalam memperkuat
resiliensi orang tua. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi tekanan emosional
pada awal diagnosis, stigma negatif masyarakat, kurangnya pemahaman
lingkungan mengenai autisme, keterbatasan ekonomi, sulitnya akses layanan terapi,
serta pekerjaan orang tua yang tidak fleksibel. Meskipun demikian, orang tua tetap
berusaha memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan terbaik bagi anak
sesuai kemampuan yang dimiliki.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170103 Educational Psychology 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170111 Psychology of Religion 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1702 Cognitive Sciences > 170203 Knowledge Representation and Machine Learning |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam |
| Depositing User: | Nn Intan Mif |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 08:15 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 08:15 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57363 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
