Jamilah, Rofiqotul (2026) Tradisi Pembacaan Surah Al-Ḥadīd Pada Waktu Sore Sebagai Upaya Proteksi Dari Sihir Di Pondok Pesantren Fatahillah Ibnu Nizar Probolinggo. Undergraduate thesis, UIN KH. Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Rofiqotul Jamilah_223104010002.pdf Download (5MB) |
Abstract
Kata Kunci: Surah Al-Ḥadīd, Tolak Sihir, Living Qur’an, Fatahillah Ibnu Nizar.
Tradisi pembacaan surah al-Ḥadīd di pondok pesantren Fatahillah Ibnu Nizar, Kecamatan Gending, Probolinggo menjadi salah satu praktik keagamaan yang unik dan menarik untuk dikaji. Kegiatan ini berbeda dari praktik proteksi spiritual yang umumnya menggunakan surah-surah populer seperti al-Baqarah, atau Yā Sīn, tetapi pesantren ini secara khusus mengamalkan pembacaan surah al-Ḥadīd upaya proteksi dan perlindungan dari gangguan gaib.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: pertama, bagaimana praktik pembacaan surah al-Ḥadīd di Pondok Pesantren Fatahillah Ibnu Nizar, Probolinggo?, kedua, bagaimana konstruk makna pembacaan surah al-Ḥadīd dalam upaya tolak sihir di Pondok Pesantren Fatahillah Ibnu Nizar, Probolinggo?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik pembacaan surah al-Ḥadīd. Untuk mengetahui konstruk makna pembacaan surah al-Ḥadīd dalam upaya tolak sihir di Pondok pesantren Fatahillah Ibnu Nizar, Probolinggo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field reseach). Metode pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengasuh, ustazah, pengurus, dan santri putri Pondok Pesantren Fatahillah Ibnu Nizar. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan. Menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang mencakup tiga proses dialektis, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para santri termasuk pengasuh melakukan pembacaan surah al-Ḥadīd yang diyakini sebagai upaya proteksi dari sihir. Tradisi ini bermula dari peristiwa pada tahun 2016 ketika pengasuh dan belasan santri mengalami gangguan kesehatan secara massal yang diyakini sebagai gangguan non medis. Tradisi ini didapatkan oleh pengasuh dari gurunya. Dalam pelaksaannya, pembacaan ini dilakukan sore hari pukul 16.50 WIB dibaca secara berjamaah yang diawali dengan pembacaan tawassul, dilanjutkan dengan membaca surah al-Ḥadīd, surah al-Wāqi’ah beserta doanya, surah asy-Syams, surah al-Lail, surah al-Mu’awwizat dan diakhiri dengan pembacaan doa khatmil Quran. Tradisi pembacaan ini dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang mencakup tiga proses dialektis, yakni proses eksternalisasi pada tahap ini pengasuh mengekspresikan pengalaman dan keyakinan spiritualnya ke dalam bentuk tradisi baru yang berlandaskan ijazah guru serta keyakinan terhadap kuasa dan rahmat Allah swt. Objektivasi, tradisi ini berkembang menjadi bagian dari tatanan kehidupan pesantren yang diakui dan dijalankan secara kolektif. Internalisasi, pada tahap ini nilai-nilai spiritual dari tradisi ini meresap menjadi keyakinan pribadi sehingga melaksanakannya bukan karena paksaan melainkan atas dasar keyakinan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Unnamed user with email rofiqotuljamilah86@gmail.com |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 13:18 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 13:18 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57417 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
