TRADISI PEMBACAAN QS. ṬĀHĀ [20]: 25-28 DAN QS. AL-ISRĀ’ [17]: 80 DI PONDOK PESANTREN KANJENG SUNAN KALIJOGO (STUDI LIVING QUR’AN)

Ayu Qur'ani, Ummatun Marhumah (2026) TRADISI PEMBACAAN QS. ṬĀHĀ [20]: 25-28 DAN QS. AL-ISRĀ’ [17]: 80 DI PONDOK PESANTREN KANJENG SUNAN KALIJOGO (STUDI LIVING QUR’AN). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
UMMATUN M.A.Q_223104010006.pdf

Download (4MB)

Abstract

Kata Kunci: QS. Ṭāhā [20]: 25-28 dan QS. al-Isrā’ [17]: 80, tahfiz al-Qur’an, Living Qur’an.

Tradisi pembacaan QS. Ṭāhā [20]: 25–28 dan QS. al-Isrā’ [17]: 80 merupakan salah satu bentuk praktik Living Qur’an di Pondok Pesantren Kanjeng Sunan Kalijogo. Tradisi ini dilakukan sebagai amalan doa sebelum kegiatan menghafal al-Qur’an yang diyakini dapat membantu memohon kemudahan, kelancaran dan ketenangan dalam proses menghafal al-Qur’an. Praktik tersebut juga menunjukkan adanya integrasi antara kegiatan tahfiz al-Qur’an dengan penguatan spiritual santri melalui pengamalan ayat-ayat al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana praktik pembacaan QS. Ṭāhā [20]: 25–28 dan QS. al-Isrā’ [17]: 80 di Pondok Pesantren Kanjeng Sunan Kalijogo? 2) Bagaimana pemaknaan pengasuh, guru dan santri tahfiz terhadap tradisi pembacaan QS. Ṭāhā [20]: 25-28 dan QS. al-Isrā' [17]: 80 di Pondok Pesantren Kanjeng Sunan Kalijogo? 3) Bagaimana nilai dan pandangan hidup kolektif yang tercermin di balik tradisi pembacaan QS. Ṭāhā [20]: 25-28 dan QS. al-Isrā’ [17]: 80 di Pondok Pesantren Kanjeng Sunan Kalijogo?. Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) menjelaskan praktik pembacaan QS. Ṭāhā [20]: 25–28 dan QS. al-Isrā’ [17]: 80 di Pondok Pesantren Kanjeng Sunan Kalijogo. 2) Menganalisis pemaknaan pengasuh, guru dan santri tahfiz terhadap tradisi tersebut, dan 3) mengungkap nilai dan pandangan hidup kolektif yang tercermin di balik tradisi tersebut.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) melalui pendekatan Living Qur’an dan sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur dan dokumentasi. Adapun analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pembacaan QS. Ṭāhā [20]: 25–28 dan QS. al-Isrā’ [17]: 80 dalam perspektif teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim mengandung tiga bentuk makna, yaitu: 1) makna objektif, bahwa tradisi ini merupakan bagian dari rutinitas tahfiz al-Qur’an yang dilaksanakan secara terstruktur di pesantren. 2) makna ekspresif, yang menunjukkan adanya perbedaan pemaknaan antara pengasuh, guru dan santri tahfiz sesuai pengalaman subjektif masing-masing. 3) makna dokumenter, yang mencerminkan nilai tawakal, ta’zim kepada guru, pembentukan akhlak dan kedisiplinan, serta pandangan bahwa menghafal al-Qur’an merupakan proses spiritual yang dijalani dengan pertolongan Allah, adab kepada guru, serta kepatuhan terhadap nilai dan aturan pesantren.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ummatun Marhumah Ayu Qur'ani
Date Deposited: 02 Jul 2026 02:40
Last Modified: 02 Jul 2026 02:40
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57456

Actions (login required)

View Item View Item