KONTEKSTUALISASI KONSEP MENJAGA KEMALUAN DALAM PERSELINGKUHAN NONFISIK DI ERA DIGITAL: TELAAH QS. AL-ISRĀ’ [17]: 32 DAN QS. AN-NŪR [24]: 30–31

Handayani, Sri Wahyuni (2026) KONTEKSTUALISASI KONSEP MENJAGA KEMALUAN DALAM PERSELINGKUHAN NONFISIK DI ERA DIGITAL: TELAAH QS. AL-ISRĀ’ [17]: 32 DAN QS. AN-NŪR [24]: 30–31. Undergraduate thesis, UIN KH. Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
SRI WAHYUNI HANDAYANI_224104010003.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kata kunci: Menjaga Kemaluan, Perselingkuhan nonfisik, Ma’nā Cum Maghzā
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola relasi antara laki-laki dan
perempuan, terutama melalui kemudahan komunikasi yang bersifat privat, intens, dan
tanpa batas ruang. Dalam konteks ini, muncul fenomena perselingkuhan nonfisik yang
ditandai oleh kedekatan emosional dan interaksi personal melalui media digital, meskipun
tanpa kontak fisik. Fenomena ini menunjukkan pergeseran bentuk pelanggaran moral dari
dimensi fisik menuju keterlibatan emosional dan psikologis yang tetap memiliki potensi
merusak nilai-nilai kesucian diri.
Fokus ini didasarkan pada rumusan masalah 1) Bagaimana penafsiran konsep
menjaga kemaluan dalam QS. al-Isrā’ 17:32 dan QS. an-Nūr 24:30–31 menggunakan
pendekatan ma’nā cum maghzā? 2)Bagaimana kontekstualisasi konsep menjaga kemaluan
dalam perselingkuhan nonfisik di era digital berdasarkan hasil reinterpretasi?. Penelitian
ini bertujuan untuk: (1) menganalisis penafsiran konsep menjaga kemaluan (ḥifẓ al-furūj)
dalam Q.S. al-Isrā’ [17]: 32 dan Q.S. an-Nūr [24]: 30–31 dengan menggunakan pendekatan
ma’nā cum maghzā, serta (2) mengkaji kontekstualisasi konsep tersebut dalam fenomena
perselingkuhan nonfisik di era digital. Fokus ini didasarkan pada rumusan masalah
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library
research) dengan pendekatan ma’nā cum maghzā yang menekankan pada dua lapisan
analisis, yaitu makna historis-tekstual (ma’nā) dan signifikansi kontekstual (maghzā). Data
diperoleh melalui analisis terhadap teks Al-Qur’an, penafsiran para mufasir klasik dan
kontemporer, serta literatur pendukung yang relevan. Proses analisis dilakukan dengan
menelusuri makna linguistik ayat, memahami konteks turunnya ayat, kemudian
mengaitkannya dengan realitas sosial modern untuk menemukan relevansi nilai yang
bersifat dinamis.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: 1)
Penafsiran konsep menjaga kemaluan (ḥifẓ al-furūj) dalam Q.S. al-Isrā’ [17]: 32 dan Q.S.
an-Nūr [24]: 30–31 melalui pendekatan ma’nā cum maghzā menunjukkan bahwa menjaga
kemaluan tidak hanya dipahami sebagai upaya menghindari hubungan seksual di luar
pernikahan, tetapi juga sebagai bentuk pengendalian diri secara menyeluruh. Secara
tekstual (ma’nā) dan kontekstual (maghzā) 2) Kontekstualisasi konsep menjaga kemaluan
dalam fenomena perselingkuhan nonfisik di era digital menunjukkan bahwa pelanggaran
tidak lagi terbatas pada aspek fisik, tetapi juga melibatkan kedekatan emosional dan
komunikasi intim melalui media digital. Berdasarkan hasil interpretasi, perselingkuhan
nonfisik dapat dipahami sebagai bagian dari proses “mendekati zina”, karena mencakup
interaksi yang berpotensi mengarah pada pelanggaran yang lebih serius. Oleh karena itu,
menjaga kemaluan dalam konteks ini tidak hanya berarti menjaga tubuh, tetapi juga
mencakup pengendalian pandangan, pembatasan komunikasi, serta pengelolaan emosi
dalam interaksi digit

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: sri wahyuni handayani
Date Deposited: 02 Jul 2026 03:54
Last Modified: 02 Jul 2026 03:54
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57519

Actions (login required)

View Item View Item