ETNOVETERINER TUMBUHAN BERPOTENSI OBAT PADA HEWAN TERNAK DI DESA WIDOROPAYUNG KECAMATAN BESUKI KABUPATEN SITUBONDO DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BUKU ILMIAH POPULER BIOLOGI

Nabila, Zahwa Zahrotun (2026) ETNOVETERINER TUMBUHAN BERPOTENSI OBAT PADA HEWAN TERNAK DI DESA WIDOROPAYUNG KECAMATAN BESUKI KABUPATEN SITUBONDO DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BUKU ILMIAH POPULER BIOLOGI. Undergraduate thesis, UIN KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.

[img] Text
ZAHWA ZAHROTUN NABILA (221101080035).pdf

Download (6MB)

Abstract

Kata Kunci: Buku Ilmiah Populer, Desa Widoropayung, Etnoveteriner, Tumbuhan
Obat.
Indonesia kaya akan tumbuhan obat untuk etnoveteriner, termasuk di Desa
Widoropayung, Situbondo. Namun, kearifan lokal ini rentan hilang karena hanya
diwariskan secara lisan. Sebagai upaya penyelamatan sekaligus media edukasi
biologi yang mudah dipahami siswa hingga masyarakat umum, informasi ini
didokumentasikan dalam bentuk buku ilmiah populer.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi jenis spesies tumbuhan dan
bagian-bagiannya yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk penyakit
hewan di Desa Widoropayung. (2) Menjelaskan cara pengolahan tumbuhan yang
digunakan sebagai obat tradisional untuk hewan ternak oleh masyarakat di Desa
Widoropayung. (3) Menyusun Buku Ilmiah Populer sebagai media pembelajaran
berbasis biodiversitas lokal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif-eksploratif yang dilaksnakan pada bulan Februari 2026 di Dusun Tunjang
dan Gunung Mas. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi,
dokumentasi. Serta menggunakan angket untuk menguji validitas buku ilmiah
populer. Sementara analisis kuantitatif menggunakan rumus Use Value (UV) dan
Informant Consensus Factor (ICF).
Hasil penelitian menginventarisasi 15 spesies obat etnoveteriner sapi dan
kambing. Famili zingiberaceae merupakan yang paling banyak dimanfaatkan. Nilai
UV tumbuhan tertinggi pada pengobatan sapi yaitu Kunyit (4,35). Pada pengobatan
kambing nilai UV tumbuhan paling tinggi yaitu Jahe (4,33). Terdapat 11 resep
ramuan untuk pengobatan hewan ternak. Ramuan diolah dengan ditumbuk, diparut,
direbus, atau diperas. Nilai ICF tertinggi pada sapi 0,96 kategori penyakit kulit.
Nilai ICF tertinggi pada kambing 0,96 kategori infeksi umum.
Hasil uji validasi dari ahli media 85%, ahli materi 78%, dan guru biologi 86%.
Sehingga rata-rata keseluruhan adalah 83% dengan kategori sangat valid dan dapat
digunakan tanpa revisi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0607 Plant Biology > 060799 Plant Biology not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Tadris Biologi
Depositing User: Zahwa Zahrotun Nabila
Date Deposited: 02 Jul 2026 07:29
Last Modified: 02 Jul 2026 07:29
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57575

Actions (login required)

View Item View Item