Kisah Nabi Sulaiman dan Nabi Ayyub dalam QS. Ṣad Ayat 30-44: Analisis Semiotika Naratif A.J. Greimas

Aureliea, Kharisma (2026) Kisah Nabi Sulaiman dan Nabi Ayyub dalam QS. Ṣad Ayat 30-44: Analisis Semiotika Naratif A.J. Greimas. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
KHARISMA AURELIEA_222104010031.pdf

Download (1MB)

Abstract

Al-Qur’an memiliki keindahan sastra luar biasa, salah satunya tercermin
dalam keunikan narasi QS. Ṣad ayat 30-44 yang menyandingkan kisah kontras
antara kenikmatan kekayaan Nabi Sulaiman dan penderitaan penyakit Nabi Ayyub
di bawah pujian gelar yang sama, yaitu ni’mal ’abd. Susunan ayat-ayat tersebut
memuat banyak makna yang sering dianalisis secara terpisah, sehingga penelitian
ini hadir menggunakan teori Semiotika Naratif A.J. Greimas untuk mengungkap
keterkaitan struktur narasi di balik kedua teks kisah tersebut.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana gambaran kisah
Nabi Sulaiman dan Nabi Ayyub dalam QS. Ṣad ayat 30-44?, 2) Bagaimana struktur
naratif kisah Nabi Sulaiman dan Nabi Ayyub dalam QS. Ṣad 30-44 bila
diinterpretasikan berdasarkan semiotika A.J. Greimas?, 3) Apa relevansi kisah Nabi
Sulaiman dan Nabi Ayyub dalam QS. Ṣad ayat 30-44 bagi kehidupan masyarakat
modern saat ini melalui pendekatan semiotika?. Tujuan penelitian ini adalah: 1)
Untuk mengetahui gambaran kisah Nabi Sulaiman dan Nabi Ayyub dalam QS. Ṣad
ayat 30-44, 2) Untuk mengetahui struktur naratif kisah Nabi Sulaiman dan Nabi
Ayyub dalam QS. Ṣad ayat 30-44 bila diinterpretasikan berdasarkan semiotika A.J.
Greimas, 3) Untuk menganalisis relevansi semiotika naratif A.J. Greimas dari kisah
Nabi Sulaiman dan Nabi Ayyub dalam QS. Ṣad ayat 30-44 bagi kehidupan
masyarakat modern saat ini.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi
kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik
dokumentasi terhadap data primer teks ayat al-Qur’an serta data sekunder berupa
kitab-kitab tafsir dan literatur terkait. Teknik analisis data dilakukan secara
deskriptif-analitis melalui pembedahan struktur aktan, fungsional, dan struktur
batin (semiotic square).
Hasil analisis ditemukan bahwa 1) QS. Ṣad ayat 30-44 menghadirkan dua
kisah Nabi dengan kondisi yang berbeda, tetapi memiliki pesan yang sama, yaitu
pentingnya tetap taat kepada Allah Swt. 2) Analisis semiotika naratif A.J. Greimas
pada struktur aktan ditemukan bahwa kenikmatan kekayaan Nabi Sulaiman
berpotensi menjadi penghambat (opposant) spiritual, sedangkan penderitaan
penyakit Nabi Ayyub justru menjadi pembantu (helper) spiritual, dengan sifat
awwab (taat) sebagai titik temu keduanya. Secara fungsional, keberhasilan
transformasi alur kisah kedua Nabi tidak ditentukan oleh aksi fisik, melainkan oleh
respons batin berupa pengakuan kesalahan dan ketulusan doa. Struktur batin
mengonfirmasi adanya oposisi biner antara nilai taat versus lalai. 3) Penelitian ini
menghasilkan relevansi bahwa makna semiotika A.J. Greimas terhadap QS. Ṣad
ayat 30-44 bukan sekedar analisis simbol, tetapi juga merupakan upaya reflektif
untuk memahami bagaimana nilai-nilai spiritual dari kisah kedua Nabi tersebut
berfungsi sebagai panduan dalam menjaga konsistensi batin di segala kondisi.
Kata kunci: Semiotika naratif A.J. Greimas, QS. Ṣad ayat 30-44, Nabi sulaiman,
Nabi Ayyub

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Kharisma Aureliea
Date Deposited: 02 Jul 2026 08:49
Last Modified: 02 Jul 2026 08:49
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57616

Actions (login required)

View Item View Item