Maghfiroh, Maulida (2026) HADIS TENTANG KEPATUHAN ISTRI DALAM PANDANGAN WANITA GEN-Z. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
MAULIDA MAGHFIRO_221104020010.pdf Download (1MB) |
Abstract
Kata Kunci: Hadis, Kepatuhan, Gen-Z.
Dalam sebuah pernikahan, seorang suami dan istri memiliki satu tujuan utama pernikahan yakni sakinah. Sakinah artinya ketenangan dan kedamaian, hal ini hanya bisa dicapai bila setara. Namun, makna Sakinah sendiri sudah terlihat jarang seiring dengan paparan media yang banyak terjadi di belakangan ini. Banyak platform yang kita ketahui menampilkan public figure yang manguak isu marriage is scary. Hal ini tentu menjadi dampak tidak baik, mana lagi terdapat beberapa nash sala satunya sebuah hadis yang mengatakan jikalau boleh seorang manusia bersujud kepada manusia niscaya saya (Rasulullah saw.) akan memerintahkan seorang wanita untuk bersujud kepada suaminya.
Berangkat dari hal tersebut, skripsi ini akan membahas fokus penelitian diantaranya, 1) Bagaimana Konsep Kepatuhan Istri Dalam Konteks Kajian Hadis? 2) Bagaimana Makna Kepatuhan Istri Dalam Hadis? 3) Bagaimana Pandangan Psikologis Gen-Z Tentang Kepatuhan Istri Dalam Relasi Rumah Tangga?. Tujuan dari rumusan tersebut ialah, 1) Untuk menelaah perihal konsep patuh yang seharusnya serta Batasan hak dan kewajiban patuhnya seorang istri, 2) Untuk memberi kejelasan terkait makna dari sikap patuh yang seharusnya dilakukan pada zaman sekarang, 3) Guna memberi pemahaman pasal psikologis Generasi Z dalam sebuah kepatuhan seorang istri pada sistem rumah tangga.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan datanya yang bersumber (library research). Hadis akan ini diulik pasal maknanya yang didasari dari asbabul wurud hadis, juga dengan penjelasan dari hadis yang lain. Terakhir hadis ini akan dibawa dengan konteks jaman sekarang terutama pada khalayak Generasi Z. Penelitian ini akhirnya memberi Kesimpulan bahwa 1) Hak serta Kewajiban antar suami-istri, adalah menjadi sebuah hal yang mutlak. Namun tetap ada batasannya dengan tidak meloloskan segala bentuk kepatuhan. Seperti patuh terhadap hal maksiat. 2) Rasulullah salllallahu ‘alaihi wasallam memberikan metafora berupa “sujud” yang merupakan sebuah penghormatan paling besar. Dengan itu, bentuk sujud disini bukan serta merta untuk sujud menyembah, melainkan bentuk dari patuh karena saking besarnya nilai patuh kepada seorang suami. 3) Supaya tetap terjaga marwahnya seorang istri, regulasi emosi serta ilmu jiwa yang berkembang perlu diperhatikan dan diaplikasikan. Sehingga mengurangi Tingkat keretakan rumah tangga dan berbagai spekulasi masarakat lainnya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 02 PHYSICAL SCIENCES > 0202 Classical Physics > 020301 Acoustics and Acoustical Devices; Waves 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2203 Philosophy > 220315 Philosophy of Religion 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Ny maulida maghfiro |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 08:43 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 08:43 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57672 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
