Ramadhan, Dani (2026) KONSEP REZEKI PADA PETERNAKAN (Al AN`AM) DALAM AL-QURAN ANALISIS TERHADAP QS. AN-NAHL AYAT 5-9 PERSPEKTIF HERMENEUTIKA FAZLUR RAHMAN. Undergraduate thesis, UIN KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.
|
Text
skripsi dani ramadhan.pdf Download (1MB) |
Abstract
Dani Ramadhan, 2026. Konsep rezeki pada Peternakan dalam Al-Qur’an Analisis terhadap QS. An-Nahl Ayat 5-9 Perspektif Hermeneutika Fazlur Rahman.
Kata Kunci: Rezeki, Peternakan, Hermeneutika Fazlur Rahman.
Penelitian ini membahas konsep rezeki pada peternakan dalam QS. An-Nahl ayat 5-9 dengan menggunakan perspektif hermeneutika gerak ganda (double movement) Fazlur Rahman. rezeki dalam Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai materi, tetapi juga mencakup berbagai bentuk nikmat yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, salah satunya melalui hewan ternak. Penelitian ini mengungkap makna rezeki dalam peternakan bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga untuk menggali nilai nilai kebaikan yang terkandung padanya Fokus penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana konsep rezeki dalam peternakan pada QS. An-Nahl ayat 5-9, (2) Bagaimana konsep tersebut melalui teori hermeneutika Fazlur Rahman, dan (3) bagaimana relevansi ayat tersebut dengan usaha peternakan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Sumber data primer penelitian berasal dari Al-Qur’an dan terjemahannya, serta kitab tafsir klasik dan kitab tafsir kontemporer. data sekunder diperoleh dari karya ilmiah, jurnal, artikel, dan buku yang berkaitan dengan konsep rezeki, peternakan, dan hermeneutika Fazlur Rahman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research), sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi, Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
peternakan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Arab sebagai sumber kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, alat transportasi, dan penopang ekonomi keluarga. rezeki dipahami sebagai karunia Allah yang hadir melalui manfaat langsung dari hewan ternak. Sementara dalam konteks masa kini, peternakan berkembang menjadi sektor ekonomi yang lebih luas dengan orientasi produksi, teknologi, dan peningkatan kesejahteraan. nilai utama dalam ayat tetap relevan, yaitu bahwa rezeki tidak hanya diukur dari keuntungan ekonomi, tetapi juga dari nilai sosial berupa kemanfaatan bagi masyarakat serta nilai spiritual berupa rasa syukur, tanggung jawab, dan pengelolaan ternak yang baik. peternakan dipahami bukan sekadar aktivitas mencari hasil, tetapi juga bentuk ikhtiar manusia dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, kepedulian sosial, dan nilai keagamaan.
Pada gerakan pertama hermeneutika, peternakan memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Arab karena tidak semua wilayah dapat mengandalkan pertanian. hewan ternak menjadi sumber pangan, alat transportasi, serta penunjang perdagangan dan kehidupan ekonomi masyarakat. Pada gerakan kedua ditemukan nilai universal bahwa peternakan merupakan bentuk rezeki dari Allah yang harus dimanfaatkan dengan rasa syukur, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap keesaannya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Mister Dani Ramadhan |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 02:50 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 02:50 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57729 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
