Yanya, Sulfa (2026) KAJIAN FUNGSI BAHASA DALAM TAFSIR LISAN BABA ISMAIL AL-FATHONI DI MASYARAKAT MELAYU THAILAND SELATAN. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Sulfa Yanya_224104010010.pdf Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK
Sulfa Yanya, 2026: Kajian Fungsi Bahasa Dalam Tafsir Lisan Baba Ismail Al –
Fathoni Di Masyarakat Melayu Thailand Selatan
Kata kunci: Tafsir Lisan, Baba Ismail Al-Fathoni, Roman Jakobson, Fungsi
Bahasa, Masyarakat Melayu Patani
Bahasa memiliki peran penting dalam penyampaian ajaran Islam,
khususnya melalui tafsir lisan al-Qur’an yang memungkinkan pesan keagamaan
disampaikan secara langsung dan kontekstual kepada masyarakat. Dalam konteks
masyarakat Melayu Thailand Selatan, bahasa Melayu Patani tidak hanya berfungsi
sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai identitas budaya dan keagamaan.
Salah satu praktik tafsir lisan yang masih berkembang adalah kajian Tafsir Nur alIhsan yang disampaikan oleh Baba Ismail Al-Fathoni. Namun, kajian mengenai
fungsi bahasa dalam tafsir lisan sebagai praktik komunikasi religius masih relatif
terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengisi kekosongan tersebut.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana bentuk dan
karakteristik penyampaian tafsir lisan Baba Ismail Al-Fathoni di kalangan
masyarakat Melayu Thailand Selatan? 2) Bagaimana fungsi-fungsi bahasa
menurut Roman Jakobson muncul dalam penyampaian tafsir lisan Baba Ismail AlFathoni?
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan bentuk dan karakteristik
penyampaian tafsir lisan Baba Ismail Al-Fathoni di masyarakat Melayu Thailand
Selatan; 2) Menganalisis fungsi-fungsi bahasa menurut teori Roman Jakobson
dalam penyampaian tafsir lisan Baba Ismail Al-Fathoni.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi
kasus. Data penelitian diperoleh dari video tafsir lisan Baba Ismail Al-Fathoni
yang diunggah melalui kanal YouTube Tafsir Nurul Ihsan. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan cara menyimak,
mentranskripsikan, dan mencatat tuturan yang relevan. Analisis data
menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun analisis
dilakukan dengan menggunakan teori fungsi bahasa Roman Jakobson yang
meliputi fungsi referensial, emotif, konatif, fatik, metalingual, dan puitik.
Penelitian ini sampai pada simpulan bahwa: 1) Penyampaian tafsir lisan
Baba Ismail Al-Fathoni bersifat sistematis, komunikatif, dan kontekstual dengan
menggunakan metode tafsir tahlili yang memadukan tafsir bi al-ma’ṡūr dan tafsir
bi al-ra’yi, serta menunjukkan corak lughawi, fiqhi, dan adabi ijtima’i; 2) Dalam
penyampaian tafsir lisan ditemukan enam fungsi bahasa menurut Roman
Jakobson, yaitu fungsi referensial, konatif, emotif, fatik, metalingual, dan puitik; 3)
Fungsi referensial menjadi fungsi yang paling dominan dalam menjelaskan makna ayat, hukum, dan sejarah turunnya ayat, sedangkan fungsi konatif, emotif, fatik,
metalingual, dan puitik berperan dalam membangun interaksi, memperjelas
makna, memperkuat pesan keagamaan, serta meningkatkan efektivitas
penyampaian tafsir kepada masyarakat Melayu Thailand Selatan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ms. Sulfa Yanya |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 11:30 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 11:30 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57756 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
