Gambaran Kemandirian Anak Tunggal Remaja Menurut Teori Steinbeg

Lestari, Fitriyani (2026) Gambaran Kemandirian Anak Tunggal Remaja Menurut Teori Steinbeg. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Fitriyani Lestari baru.pdf

Download (18MB)

Abstract

Fitriyani Lestari, 2026: Gambaran Kemandirian Anak Tunggal Remaja Menurut
Teori Steinberg
Kata kunci: Kemandirian, Anak Tunggal Remaja.
Stereotip masyarakat tentang anak tunggal cenderung kurang memiliki
kemandirian, tidak bersaing dengan saudara sehinngga terbiasa mendapatkan
perhatian, kasih sayang dan bantuan penuh dari orang tua sepanjang masa
perkembangannya, orang tua dianggap sering memanjakan anak akhirnya
membuat anak tumbuh dengan sosial yang kurang baik dan ketergantungan pada
orang tua.
Fokus penelitian ini adalah: 1) bagaimana gambaran kemandirian anak
tunggal remaja menurut teori Steinberg? 2) bagaimana faktor apa saja yang
mempengaruhi kemandirian anak tunggal remaja menurut teori Steinberg?.
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan
bagaimana gamabaran kemandirian anak tunggal remaja, 2) untuk
mendeskripsikan faktor apa saja yang mempengaruhi kemandirian anak tunggal
remaja menurut teori Steinberg.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
naratif deskriptif, lokasi penelitian berada di Pondok Pesantren Darussalam
Balerejo dan Desa Gunungsari, subjek dalam penelitian ini berjumlah 2 yang
diperoleh dengan teknik purposive sampling, pengumpulan data menggunakan
wawancara dan dokumenasi. Dianalisis menggunakan model Miles and
Huberman dengan langkah, reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan kemandirian pada anak tunggal remaja
mampu mengembangkan kemandirian meskipun proses perkembangannya
dipengaruhi oleh pengalaman hidup, lingkungan, dan kondisi keluarga yang
berbeda, kedua subjek memiliki perbedaan. Pada QA kemandirian emosional
berkembang menunjukkan kemandirian melalui berkurangnya ketergantungan
kepada orang tua dan berganti pada teman sebaya, pada ML lebih pada
kemampuan mengelola emosi secara mandiri melalui regulasi emosi. Pada
perilaku QA berkembang melalui pembiasaan hidup mandiri di pondok pesantren,
pada ML berkembang melalui pengalaman hidup dalam keluarga yang mendorong
tanggung jawab, kemandirian nilai, QA berkembang melalui kebiasaan mematuhi
aturan dan kedisiplinan di pondok pesantren sebagai pedoman dalam bertindak,
pada ML berkembang melalui kesadaran akan tanggung jawab, kondisi keluarga,
pentingnya pendidikan dan dampak dari setiap keutusan yang diambil. Faktor
yang mempengaruhi kemandirian anak tunggal meliputi, pola asuh, usia, dan
pendidikan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170106 Health, Clinical and Counselling Psychology
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Psikologi Islam
Depositing User: fitriyani lestari
Date Deposited: 03 Jul 2026 13:01
Last Modified: 03 Jul 2026 13:01
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57791

Actions (login required)

View Item View Item