RELEVANSI PEMIKIRAN POLITIK MUHAMMAD IQBAL DALAM INTEGRASI AGAMA DAN POLITIK PARA KIAI SITUBONDO

ghaffari, fathul (2026) RELEVANSI PEMIKIRAN POLITIK MUHAMMAD IQBAL DALAM INTEGRASI AGAMA DAN POLITIK PARA KIAI SITUBONDO. Masters thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Fathul Ghaffari_233206080011.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kata Kunci: Pemikiran Politik Muhammad Iqbal, Integrasi Agama dan Politik, Kiai
Situbondo
Agama dalam Islam tidak hanya mengatur ibadah dan akhlak, tetapi juga kehidupan
sosial, politik, dan pemerintahan melalui prinsip keadilan, musyawarah, amanah, dan
kepemimpinan yang sah. Karena itu, Islam dipahami sebagai agama yang holistik; para
ulama seperti Imam Al-Ghazali menegaskan pentingnya pemimpin untuk menjaga
ketertiban dan kemaslahatan umat. Pandangan ini tercermin pada kiai di Situbondo yang
memandang politik sebagai sarana perjuangan moral berlandaskan Pancasila, sementara
Muhammad Iqbal menekankan negara Islam sebagai wadah aktualisasi nilai-nilai Islam
dalam ruang publik, sehingga penelitian ini mengkaji relevansi keduanya dalam hubungan
agama dan politik demi kemaslahatan umat.. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk
mendeskripsikan pemikiran politik Muhammad Iqbal tentang integrasi agama dan politik. 2)
untuk mendeskripsikan pandangan Kiai Situbondo tentang integrasi agama dan politik. 3)
untuk mendeskripsikan relevansi pemikiran politik Muhammad Iqbal dapat dipertemukan
dengan praktik politik Kiai Situbondo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi
pustaka untuk mengkaji integrasi agama dan politik dalam perspektif Muhammad Iqbal serta
praktik politik kiai Situbondo. Data yang digunakan berasal dari sumber primer, yaitu The
Reconstruction of Religious Thought in Islam karya Muhammad Iqbal, dan sumber sekunder
berupa buku, artikel, jurnal, karya ilmiah lain, serta hasil observasi terhadap kiai Situbondo.
Pengumpulan data dilakukan melalui membaca, menelaah, dan menganalisis literatur
dengan metode kajian pemikiran tokoh, sedangkan pengolahan data dilakukan dengan
menyajikan biografi, karya, dan karakteristik pemikiran Muhammad Iqbal, menguraikan
pandangan agama dan politik dari Iqbal maupun kiai Situbondo, lalu menarik kesimpulan
berdasarkan analisis terhadap seluruh data yang terkumpul.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran politik Muhammad Iqbal memandang
agama dan politik sebagai dua hal yang saling berkaitan, dengan agama sebagai sumber nilai
moral dan politik sebagai sarana mewujudkan keadilan serta kemaslahatan umat, sehingga ia
menolak sekularisme ekstrem maupun teokrasi kaku. Hasil penelitian juga menunjukkan
bahwa para kiai di Situbondo memiliki pandangan yang sejalan secara substansial, yakni
menempatkan agama sebagai sumber etika dalam politik sekaligus tetap menerima
Pancasila, NKRI, dan demokrasi sebagai wadah kebangsaan yang sah, sehingga praktik
politik mereka bersifat moderat, kontekstual, dan inklusif. Dengan demikian, pemikiran
Iqbal tetap relevan sebagai dasar teoritis untuk memahami politik Islam yang berorientasi
pada etika, keadilan, dan kemaslahatan bersama.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Program Magister > Studi Islam
Depositing User: Ms fathul ghaffari
Date Deposited: 04 Jul 2026 02:11
Last Modified: 04 Jul 2026 02:11
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57883

Actions (login required)

View Item View Item