PESAN DAKWAH KULTURAL DAN SIMBOLIK DALAM TRADISI PITONAN DAN PEMAHAMAN MASYARAKAT DESA BADES PASIRIAN LUMAJANG

Prasetiyo, Hakam (2026) PESAN DAKWAH KULTURAL DAN SIMBOLIK DALAM TRADISI PITONAN DAN PEMAHAMAN MASYARAKAT DESA BADES PASIRIAN LUMAJANG. Undergraduate thesis, UIN KHAS Jember.

[img] Text
Hakam Prasetiyo _204103010031.pdf

Download (3MB)

Abstract

Hakam Prasetiyo, 2026 : “Pesan Dakwah kultural dan simbolik tradisi pitonan dan Pemahaman masyarakat Desa Bades Pasirian Lumajang”.

Pitonan adalah rangkaian aktivitas dalam tradisi adat Jawa yang dilakukan untuk merayakan usia tujuh bulan seorang bayi. Prosesi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas perkembangan dan kesehatan anak, sekaligus sebagai doa dan harapan agar bayi mendapatkan keselamatan, kesejahteraan, serta kehidupan yang baik di masa depan dalam pelaksanaannya, prosesi pitonan biasanya melibatkan keluarga dan masyarakat sekitar serta di isi dengan berbagai simbol dan ritual adat yang memiliki arti budaya dan spiritual. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih dilaksanakannya tradisi pitonan oleh masyarakat, namun belum seluruh masyarakat memahami makna dan pesan dakwah yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu proses pelaksanaan tradisi pitonan, pesan dakwah kultural dan simbolik yang terdapat di dalamnya dan pemahaman masyarakat mengenai nilai dakwahnya.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah 1) Bagaimana prosesi selamatan kehamilan (pitonan) dalam adat jawa di Desa Bades Pasirian Lumajang di lakukan?. 2) Apa saja pesan dakwah kultural dan simbolik dari selamatan kehamilan (pitonan) dalam adat jawa?. 3) Bagaimana pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai dakwah dalam tradisi pitonan?.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan dakwah kultural dan simbolik dalam tradisi pitonan dalam ritual adat Jawa di Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi tokoh agama, serta pelaku tradisi pitonan di Desa Bades. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tradisi pitonan tetap dipraktikkan dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Bades sebagai warisan budaya yang telah diwariskan secara generasi. Kegiatan ini dilaksanakan saat usia kehamilan mencapai tujuh bulan, khususnya pada kehamilan yang pertama. 2) Setiap langkah dalam prosesi pitonan menyimpan pesan dakwah yang disampaikan lewat simbol-simbol dan kebiasaan masyarakat Jawa. 3) Pemahaman masyarakat terhadap pesan dakwah dalam tradisi pitonan cukup bervariasi. Beberapa orang hanya memahami makna dasar dari upacara yang diadakan

Kata kunci: dakwah kultural, tradisi pitonan, selametan kehamilan, budaya Jawa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 05 ENVIRONMENTAL SCIENCES > 0502 Environmental Science and management > 050204 Environmental Impact Assessment
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Hakam Prasetiyo
Date Deposited: 04 Jul 2026 02:20
Last Modified: 04 Jul 2026 02:20
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57886

Actions (login required)

View Item View Item