Islami Kunana, Untsa (2026) Ideologi Bapakisme dan Konstruksi Gender dalam Propaganda Politik Soeharto Pada Masa Orde Baru (1966-1998). Undergraduate thesis, Universitas Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
UNTSA ISLAMI KUN'ANA NIM_223104040001.pdf Restricted to Registered users only until 1 August 2027. Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai ideologi Bapakisme dan konstruksi gender dalam propaganda politik rezim Soeharto pada masa Orde Baru tahun 1966– 1998. Ideologi Bapakisme merupakan bentuk ideologi paternalistik yang menempatkan pemimpin negara sebagai figur “bapak” yang dianggap memiliki otoritas, kebijaksanaan, dan legitimasi untuk mengatur kehidupan masyarakat. Pada praktik ideologi ini, tidak hanya dibangun melalui kontrol politik dan militer tetapi juga melalui propaganda yang disebarkan secara sistematis melalui media massa, pendidikan, organisasi sosial, serta budaya populer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi latar belakang diadopsinya ideologi Bapakisme dalam pemerintahan Soeharto, menganalisis propaganda politik yang digunakan untuk mempertahankan ideologi tersebut di masyarakat, serta mengidentifikasi konstruksi peran gender yang dibentuk untuk mendukung keberlangsungan kekuasaan rezim Orde Baru.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo yang meliputi tahap pemilihan topik, heuristik, verifikasi sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian terdiri atas sumber primer berupa dokumen negara, buku pelajaran, Ketetapan MPR, Undang- Undang, film propaganda, serta arsip negara kebijakan Orde Baru, dan sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan tema propaganda, ideologi negara, dan gender. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan teori Ideological State Apparatus dari Louis Althusser, teori Representasi dari Stuart Hall, serta konsep State Ibuism dari Julia Suryakusuma untuk menganalisis hubungan antara propaganda politik dan konstruksi gender pada masa Orde Baru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi Bapakisme ditanamkan karena kebutuhan rezim Orde Baru untuk menciptakan stabilitas politik pasca- peristiwa 1965 dan memperoleh legitimasi kekuasaan melalui figur paternalistik Soeharto sebagai “Bapak Pembangunan”. Propaganda politik dilakukan secara terstruktur melalui pendidikan, media massa, organisasi sosial, ritual kenegaraan, serta kontrol terhadap narasi sejarah guna membentuk kepatuhan masyarakat terhadap negara. Dalam konteks gender, rezim Orde Baru membangun konstruksi Ibuisme Negara yang menempatkan perempuan sebagai pendukung domestik laki- laki dan penjaga stabilitas keluarga, sementara laki-laki diposisikan sebagai pemimpin di ruang publik dan politik. Konstruksi gender tersebut berfungsi memperkuat struktur patriarkal negara dan mendukung keberlangsungan ideologi Bapakisme dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia selama masa Orde Baru.
Kata Kunci: Bapakisme, propaganda politik, Orde Baru, konstruksi gender, Ibuisme Negara.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1606 Political Science > 160609 Political Theory and Political Philosophy 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200205 Culture, Gender, Sexuality 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210201 Archival, Repository and Related Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Untsa Islami Kunana |
| Date Deposited: | 04 Jul 2026 03:03 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 02:46 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57934 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
