Ubaydillah, Muhammad (2026) MEWARNAI RAMBUT SEBAGAI REPRESENTASI ETIS-SIMBOLIK: REINTERPRETASI HADIS PERSPEKTIF HERMENEUTIKA FAZLUR RAHMAN. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Muhammad Ubaydillah_221104020006.pdf Download (2MB) |
Abstract
Muhammad Ubaydillah, 2026, Mewarnai Rambut sebagai Representasi Etis-Simbolik: Reinterpretasi Hadis Perspektif Hermeneutika Fazlur Rahman.
Kata Kunci: mewarnai rambut, etis-simbolik, reinterpretasi, hermeneutika, Fazlur Rahman
Mewarnai rambut telah menjadi gaya hidup modern, namun kerap mendapat stigma negatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Di tengah beragamnya pandangan ulama mengenai batasan warna, diperlukan reinterpretasi hadis melalui hermeneutika Fazlur Rahman agar praktik ini tidak dipahami kaku, melainkan dibaca sebagai representasi etis-simbolik yang memuat nilai moral, identitas, dan budaya, sehingga relevan dengan realitas kontemporer.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana ragam riwayat dan pemahaman hadis tentang mewarnai rambut? 2) Bagaimana pemaknaan hadis mewarnai rambut sebagai representasi etis-simbolik melalui pendekatan hermeneutika Fazlur Rahman?
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan ragam riwayat dan pemahaman hadis tentang mewarnai rambut. 2) Menganalisis pemaknaan hadis mewarnai rambut sebagai representasi etis-simbolik melalui pendekatan hermeneutika Fazlur Rahman.
Penelitian kepustakaan (library research) ini memadukan pendekatan sosio-historis dan hermeneutika. Data dihimpun dari Kutub al-Sittah, kitab syarah mazhab, dan literatur sosiologis. Analisis data menggunakan teori double movement Fazlur Rahman untuk menggali ide moral universal dari masa lalu, lalu mengontekstualisasikannya ke dalam realitas masa kini.
Penelitian ini sampai pada simpulan bahwa: 1) Secara umum, hadis menyunahkan mewarnai rambut dengan warna cerah dan melarang warna hitam. Namun, larangan warna hitam tidak mutlak; menjadi haram jika bertujuan untuk penipuan (tadlis), dan diperbolehkan sebagai strategi perang. 2) Melalui metode double movement Fazlur Rahman, praktik mewarnai rambut dimaknai ulang sebagai representasi etis-simbolik yang membawa ide moral perdamaian. Di era modern yang plural, praktik ini dapat diterima secara sosial dan budaya selama tidak memicu konflik, ketidakpuasan, atau mengganggu harmoni masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200206 Globalisation and Culture 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2203 Philosophy > 220305 Ethical Theory 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2203 Philosophy > 220307 Hermeneutic and Critical Theory 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Muhammad Ubaydillah |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 01:27 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 01:27 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57997 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
