Tradisi Tingkeban Di Dusun Langsepan Desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Pada Tahun 1976-1983

Hasanah, Emilatul (2026) Tradisi Tingkeban Di Dusun Langsepan Desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Pada Tahun 1976-1983. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Emilatul Hasanah.pdf

Download (18MB)

Abstract

Hasanah, Emilatul. 2026. Tradisi Tingkeban di Dusun Langsepan Desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Pada Tahun 1976-1983.
Kata Kunci: Tradisi Tingkeban, Perubahan Budaya, Ritual Kehamilan, Masyarakat Jawa, Dusun Langsepan
Tradisi tingkeban merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan ketika usia kehamilan mencapai tujuh bulan. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun dan masih dipertahankan oleh masyarakat Dusun Langsepan, Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan dalam pelaksanaan tradisi tingkeban pada tahun 1976–1983 yang dipengaruhi oleh kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, namun tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur.
Fokus penelitian ini adalah: (1) bagaimana proses pelaksanaan tradisi tingkeban di Dusun Langsepan pada tahun 1976–1983, dan (2) bagaimana perubahan serta faktor-faktor yang menyebabkan perubahan pada tradisi tingkeban pada periode tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi tingkeban serta menjelaskan perubahan budaya yang terjadi dalam tradisi tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap, yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan pelaku tradisi, tokoh masyarakat, dan saksi sejarah, serta didukung oleh sumber tertulis berupa buku, jurnal, skripsi, dan dokumen lainnya yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tingkeban di Dusun Langsepan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan perlengkapan pada ritual tingkeban, prosesi siraman, pembacaan doa, kenduri, serta berbagai simbol budaya yang mengandung harapan keselamatan bagi ibu dan bayi yang dikandung. Pada tahun 1976 prosesi siraman dilakukan di sungai dengan air yang mengalir karena keterbatasan sarana dan kondisi ekonomi masyarakat. Pada tahun 1980 pelaksanaan siraman mulai berpindah ke kamar mandi umum, sedangkan pada tahun 1983 sebagian masyarakat telah menggunakan kamar mandi pribadi sehingga prosesi siraman dilakukan di depan rumah. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi, perubahan fasilitas masyarakat, serta pengaruh modernisasi. Meskipun mengalami perubahan pada aspek material dan tata pelaksanaan, nilai-nilai utama seperti doa keselamatan, gotong royong, kebersamaan keluarga, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur tetap dipertahankan oleh masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210202 Heritage and Cultural Conservation
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: sis Emilatul Hasanah
Date Deposited: 06 Jul 2026 02:09
Last Modified: 06 Jul 2026 02:09
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58034

Actions (login required)

View Item View Item