RELEVANSI FATWA MUI JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2025 TENTANG PENGGUNAAN SOUND HOREG TERHADAP PENAFSIRAN Q.S. AL-BAQARAH AYAT 195 (PERSPEKTIF TAFSIR MAQĀṢIDĪ)

Firmansyah, Izul (2026) RELEVANSI FATWA MUI JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2025 TENTANG PENGGUNAAN SOUND HOREG TERHADAP PENAFSIRAN Q.S. AL-BAQARAH AYAT 195 (PERSPEKTIF TAFSIR MAQĀṢIDĪ). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq.

[img] Text
Izul aulia firmansyah_222104010009.pdf

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK

Izul Aulia Firmansyah. 2026. Relevansi Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2025 tentang Sound Horeg terhadap Penafsiran Q.S. Al-Baqarah Ayat 195 (Perspektif Tafsir Maqāṣidī).

Kata Kunci: Sound horeg, Fatwa MUI Jawa Timur, Q.S. Al-Baqarah ayat 195, Tafsir Maqāṣidī.

Perkembangan teknologi audio telah melahirkan fenomena sound horeg sebagai bagian dari ekspresi budaya dan hiburan masyarakat, khususnya di Jawa Timur. Seiring meningkatnya intensitas penggunaannya, sound horeg berkembang menjadi persoalan sosial yang berdampak pada kesehatan, ketertiban umum, keselamatan, dan kehidupan masyarakat. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menetapkan Fatwa Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg dengan menjadikan Q.S. Al-Baqarah ayat 195 sebagai salah satu landasan normatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji relevansi penggunaan ayat tersebut melalui perspektif tafsir maqāṣidī dalam merespons fenomena sound horeg sebagai persoalan sosial kontemporer.

Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana penafsiran Q.S. Al-Baqarah ayat 195, dan (2) bagaimana relevansi Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2025 tentang penggunaan sound horeg terhadap penafsiran Q.S. Al-Baqarah ayat 195. Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis penafsiran Q.S. Al-Baqarah ayat 195, dan (2) menganalisis relevansi Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2025 tentang penggunaan sound horeg terhadap penafsiran Q.S. Al-Baqarah ayat 195 dalam perspektif tafsir maqāṣidī.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa Q.S. Al-Baqarah ayat 195 dan Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2025, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir, literatur maqāṣid al-syarī‘ah, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan pendekatan tafsir maqāṣidī dengan kerangka analisis Abdul Mustaqim.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) konsep al-tahlukah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 195 tidak hanya bermakna larangan menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan fisik, tetapi juga mencakup segala bentuk kerusakan yang mengancam kehidupan individu dan masyarakat; dan (2) Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2025 memiliki relevansi yang kuat dengan nilai-nilai maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), harta (ḥifẓ al-māl), agama (ḥifẓ al-dīn), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan negara (ḥifẓ al-daulah), sehingga fatwa tersebut merupakan implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam mencegah kemudaratan akibat penggunaan sound horeg yang berlebihan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Mister Izul Firmansyah
Date Deposited: 06 Jul 2026 07:13
Last Modified: 06 Jul 2026 07:13
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58130

Actions (login required)

View Item View Item