Wianda Septiani, Amelia (2026) IMPLEMENTASI KONSEP MUZARA`AH DALAM SISTEM PAROAN ANTARA PENGGARAP DAN PEMILIK SAWAH DI DESA LEDOKOMBO KECAMATAN LEDOKOMBO KABUPATEN JEMBER. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Amelia Wianda Septiani.pdf Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik sistem paroan dalam kerja sama
pertanian antara pemilik lahan dan penggarap di Desa Ledokombo, Kecamatan
Ledokombo, Kabupaten Jember, dalam pelaksanaannya masih ditemukan
berbagai permasalahan, seperti tidak adanya perjanjian tertulis, kurangnya
kejelasan hak dan kewajiban, serta potensi ketidakadilan dalam pembagian hasil.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara praktik di lapangan dengan
prinsip-prinsip akad muzara‟ah yang menekankan keadilan, transparansi, dan
kerja sama yang saling menguntungkan.
Fokus penelitian ini adalah : 1). Bagaimana mekanisme pelaksanaan sistem
paroan antara penggarap dan pemilik sawah di Desa Ledokombo? 2). Bagaimana
problematika penanganan resiko dalam pelaksanaan sistem paroan antara
penggarap dan pemilik sawah di Desa Ledokombo? 3). Bagaimana kesesuaian
mekanisme pelaksanaan dan penanganan resiko dengan konsep muzara`ah dalam
perspektif ekonomi syariah?
Tujuan penelitian ini adalah : 1). Untuk mendeskripsikan mekanisme
pelaksanaan sistem paroan antara penggarap dan pemilik sawah di Desa
Ledokombo. 2). Untuk mendeskripsikan problematika penanganan resiko dalam
pelaksaan sistem paroan antara penggarap dan pemilik sawah di Desa
Ledokombo. 3). Untuk mendeskripsikan kesesuaian mekanisme pelaksanaan dan
penanganan resiko dengan konsep muzara`ah dalam perspektif ekonomi syariah.
Adapun jenis penelitian ini menggunakan hukum empiris, pendekatan yang
digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum, antropologi hukum, dan psikologi
hukum. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, Penyajian data,
Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan
yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan
yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa : 1). Mekanisme sistem paroan telah
sesuai dengan prinsip bagi hasil dalam hadis Nabi SAW tentang pengelolaan tanah
Khaibar melalui pembagian setelah pengembalian modal muzara‟ah. Namun,
ketiadaan perjanjian tertulis dan transparansi biaya berpotensi menimbulkan
gharar, sehingga diperlukan pencatatan yang lebih jelas untuk mewujudkan
keadilan. 2). Dalam pelaksanaannya, masalah utama terletak pada pembagian
risiko, terutama saat gagal panen, yang cenderung lebih banyak dibebankan
kepada petani penggarap. Hal ini menunjukkan belum optimalnya prinsip keadilan
dan keseimbangan sebagaimana dalam konsep muzara‟ah, serta adanya potensi
gharar. 3). Secara keseluruhan, sistem paroan sudah sejalan dengan konsep dasar
muzara‟ah, tetapi masih perlu penyempurnaan dalam kejelasan akad, transparansi,
dan pengaturan risiko agar sesuai dengan prinsip keadilan dan kepastian hukum
dalam ekonomi syariah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Implementasi, Konsep Muzara`Ah, Sistem Paroan |
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1607 Social Work > 160701 Clinical Social Work Practice |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Islam |
| Depositing User: | SH AMELIA WIANDA SEPTIANI |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 00:39 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 00:39 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58248 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
