DIKSI AL-MALIK, AL-‘AZĪZ DAN FIRAUN DALAM KISAH YUSUF DAN MUSA: ANALISIS SEMANTIK AL-QUR’ĀN TOSHIHIKO IZUTSU

Rabbani, M. Faidhur (2026) DIKSI AL-MALIK, AL-‘AZĪZ DAN FIRAUN DALAM KISAH YUSUF DAN MUSA: ANALISIS SEMANTIK AL-QUR’ĀN TOSHIHIKO IZUTSU. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Muhammad Faidhur Rabbani_221104010018.pdf

Download (4MB)

Abstract

Kata Kunci : Semantik Al-Qur’an, Toshihiko Izutsu, Al-Malik, Al-‘Azīz, Firaun.

Al-Qur’an memuat banyak kisah penuh hikmah, dengan kisah Nabi Yusuf dan Nabi Musa menduduki posisi yang istimewa. Secara khusus, Surah Yusuf yang sering disebut sebagai ahsanu al-qaṣaṣ (kisah terbaik) menampilkan rekam jejak perjalanan hidup Nabi Yusuf secara utuh dari awal hingga akhir. Melalui kisah tersebut, Al-Qur'an menceritakan kisah Nabi Yusuf dan Nabi Musa dengan merekam figur penguasa Mesir melalui diksi yang bervariasi, yakni al-Malik, al-‘Azīz, dan Firaun. Perbedaan pemilihan diksi ini bukanlah variasi bahasa semata, melainkan sarat akan makna yang mengungkap karakter kekuasaan, sehingga memunculkan persoalan terkait makna semantik dan implikasi penggunaannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa makna semantik dari istilah al-Malik, al-‘Azīz, dan Firaun dalam Al-Qur’ān? serta bagaimana implikasi perbedaan diksi al-Malik, al-‘Azīz, dan Firaun dalam kisah Yusuf dan Musa?. Fokus utama penelitian ini terbatas pada diksi al-Malik, al-‘Azīz, dan Firaun dalam konteks kisah Nabi Yusuf dan Nabi Musa di dalam Al-Qur’an.
Dalam mengidentifikasi masalah tersebut, penelitian kualitatif ini menggunakan metode riset kepustakaan (library research) dengan menerapkan teori semantik Al-Qur’an versi Toshihiko Izutsu sebagai pendekatan analisis melalui empat tahap utama; 1) Analisis makna dasar (Basic Meaning) dan makna relasional dari istilah kunci, 2) Analisis sintagmatik (hubungan suatu kata dalam kalimat), 3) Analisis paradigmatik (hubungan suatu kata dengan kata lain di luar konteks), dan 4) Analisis historis (perubahan makna pada masa pra-Qur'an, Qur'an, hingga pasca-Qur'an).
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa; 1) secara semantik, diksi al-Malik (kemampuan menguasai) dan al-‘Azīz (keperkasaan/otoritas tinggi) membentuk medan makna sistem kekuasaan yang administratif dan fungsional pada era dinasti Hyksos. Sebaliknya, diksi Firaun (Rumah Besar) bersinggungan dengan makna kesombongan (istikbār) yang merepresentasikan kekuasaan absolut dan tirani pada era New Kingdom. 2) Pergeseran diksi ini tidak hanya membuktikan keakuratan fakta historis Al-Qur'an, tetapi juga menegaskan Weltanschauung (pandangan dunia) Qur’ani yang mengontraskan pemimpin delegatif yang rasional dengan penguasa hegemonik yang melampaui batas

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Semantik Al-Qur’an, Toshihiko Izutsu, Al-Malik, Al-‘Azīz, Firaun.
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2004 Linguistics > 200409 Arabic Linguistics > 20040901 'Ilmu al-Nahw (Arabic Syntax and Grammar)
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2004 Linguistics > 200409 Arabic Linguistics > 20040904 'Ilmu al-Dalalah (Arabic Semantics)
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2004 Linguistics > 200409 Arabic Linguistics > 20040999 Arabic Linguistics not elsewhere classified
21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2101 Archaeology > 210105 Archaeology of Europe, the Mediterranean and the Levant
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr Faidhur Rabbani
Date Deposited: 07 Jul 2026 07:52
Last Modified: 07 Jul 2026 07:52
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58335

Actions (login required)

View Item View Item