Ambarani, Siti Maryam Fitrah (2026) ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA KELALAIAN APARAT PENEGAK HUKUM YANG MENYEBABKAN KEMATIAN PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM (Studi Putusan Nomor 34/Pid.B/2020/PN MII). Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Siti Maryam Fitrah Ambarani_221102040004.pdf Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK
Siti Maryam Fitrah Ambarani, 2026: Analisis Yuridis Tindak Pidana Kelalaian Aparat Penegak Hukum Yang Menyebabkan Kematian Perspektif Hukum Pidana Islam (Studi Putusan Nomor 34/Pid.B/2020/PN MII)
Kata Kunci: Analisis yuridis, tindak pidana, kelalaian, aparat penegak hukum,
menyebabkan kematian, hukum pidana Islam
Perbuatan pidana akibat kealpaan yang melibatkan oknum aparat penegak hukum hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang merupakan sebuah bentuk pelanggaran yang sangat serius, baik dari perspektif hukum positif maupun hukum pidana Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum yang diambil oleh majelis hakim dalam Putusan Nomor 34/Pid. B/2020/PN Mll serta meneliti permasalahan tersebut melalui kerangka berpikir hukum pidana Islam
Fokus penelitian dalam skripsi ini meliputi; 1) Bagaimana bentuk kelalaian aparat dalam Putusan Nomor 34/Pid.B/2020/PN MII? 2) Bagaimana pandangan hukum positif terhadap putusan Nomor 34/Pid.B/2020/PN MII? 3) Bagaimana pandangan hukum pidana Islam terhadap putusan Nomor 34/Pid.B/2020/PN MIl? Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Pendekatan terhadap masalah dilakukan melalui pendekatan undang- undang serta pendekatan kasus. Adapun metode pengumpulan data mengandalkan bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan dokumen putusan pengadilan, yang kemudian disubstitusikan dengan bahan hukum sekunder seperti buku-buku ilmiah serta literatur hukum yang relevan.
Penelitian ini sampai pada simpulan bahwa, 1) Bentuk kelalaian terdakwa memenuhi Pasal 359 KUHP, namun hakim memutus lepas (ontslag) karena adanya alasan pemaaf pembelaan terpaksa yang melampaui batas (noodweer exces) sesuai Pasal 49 ayat (2) KUHP. 2) Putusan ini menegaskan keunggulan kebenaran materiil dan prinsip geen straf zonder schuld (tiada pidana tanpa kesalahan), di mana pertanggungjawaban pidana hapus karena hilangnya unsur kesalahan. 3) Dalam hukum pidana Islam, perbuatan terdakwa dikategorikan sebagai jarimah qathlul khata' (pembunuhan tidak sengaja) yang dikenai sanksi pembayaran diyat mukhaffafah (denda ringan) sejumlah 100 ekor unta (20 ekor unta hiqqah, 20 ekor unta jaza'ah, 20 ekor unta bintu makhad, 20 ekor unta bintu labun, 20 ekor unta ibnu labun)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180110 Criminal Law and Procedure (incl. Islamic Criminal Law, Jinayat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Ms Siti Maryam Fitrah Ambarani |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 06:41 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 06:41 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58353 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
