Peran Madrasah Diniyah Fatihul Ulum Desa Darungan Dalam Melestarikan Kegiatan Kadiran Tahun 1996-2005

Laili, Nur (2026) Peran Madrasah Diniyah Fatihul Ulum Desa Darungan Dalam Melestarikan Kegiatan Kadiran Tahun 1996-2005. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Nur Laili_U20194061.pdf

Download (9MB)

Abstract

Laili, Nur. 2026. Peran Madrasah Diniyah Fatihul Ulum Desa Darungan Dalam Melestarikan Kegiatan Kadiran Tahun 1996-2005.
Kata Kunci: Kegiatan, Kadiran, Madrasah Diniyah Fatihul Ulum, Masyarakat.
Penelitian ini mengkaji peran Madrasah Diniyah Fatihul Ulum Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, dalam melestarikan kegiatan Kadiran periode 1996–2005 di tengah dinamika modernisasi dan transisi Reformasi. Kegiatan Kadiran, yang berakar dari Tarekat Qadiriyah dan dinisbatkan kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani, mengalami transformasi lokal sebagai ritual syukur atas khatam Al-Qur’an yang memadukan dimensi spiritual, sosial, dan pendidikan.
Fokus penelitian ini akan mengkaji peran Madrasah Diniyah Fatihul Ulum dalam membangun benteng modernisasi yang terangkum dalam dua rumusan masalah penelitian: pertama, apa bentuk pelaksanaan kegiatan Kadiran oleh Madrasah Diniyah Fatihul Ulum; kedua, apa peran madrasah terhadap transformasi nilai-nilai kegiatan dalam kehidupan masyarakat sekitar. Adapun tujuan penelitian tersebut tidak lain untuk mengetahui bentuk pelaksanaan kegiatan Kadiran dan untuk menjelaskan peran kegiatan Kadiran di tengah dimensi perubahan zaman.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif historis dengan metode sejarah berupa heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber kunci (KH. Sulaiman, Umi Marti, Ustadz Saiful, dan alumni), dokumen internal madrasah, serta kitab pedoman Miftahul Jannah, yang diperkuat dengan sumber sekunder. Kerangka teori yang digunakan adalah Three Levels of Culture Edgar Schein, yang mencakup artefak (ritual dan perlengkapan), nilai-nilai yang didukung (syukur, penghormatan guru, akhlak), serta asumsi dasar (keberkahan, hubungan sakral guru-murid, dan kesinambungan spiritual).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Diniyah Fatihul Ulum berperan sentral sebagai pelestari, pewaris, dan penguat kegiatan melalui integrasi ritual ke dalam kegiatan rutin, adaptasi selektif terhadap perubahan zaman, serta penguatan jaringan sosial dengan masyarakat. Temuan utama mengungkap bahwa asumsi dasar tentang barokah dan pewarisan ilmu menjadi fondasi kekuatan budaya madrasah, sehingga kegiatan Kadiran tetap bertahan dan berkontribusi terhadap kohesi sosial serta religiusitas komunal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa madrasah diniyah berfungsi sebagai institusi strategis dalam reproduksi kegiatan keagamaan lokal di Indonesia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210299 Curatorial and Related Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Miss Nur Laili
Date Deposited: 07 Jul 2026 08:21
Last Modified: 07 Jul 2026 08:21
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58373

Actions (login required)

View Item View Item