Intan, Aisyah (2026) RESPONS AL-QUR’AN TERHADAP KESEPIAN (LONELINESS) MANUSIA: STUDI TAFSIR TEMATIK HALAMAN SAMPUL. Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.
|
Text
Aisyah Intan Salsabilla_222104010069.pdf Download (1MB) |
Abstract
Kata Kunci : respons Al-Qur’an, kesepian (loneliness), tafsir tematik, maryam,
nabi yunus, nabi muhammad.
Fenomena loneliness atau kesepian merupakan salah satu persoalan
psikologis yang semakin banyak dialami manusia di era modern dan berdampak
pada kesehatan mental, fisik, serta kualitas hidup. Dalam perspektif psikologi,
Robert S. Weiss menjelaskan bahwa kesepian muncul akibat tidak terpenuhinya
kebutuhan hubungan emosional maupun sosial. Sementara itu, Al-Qur’an
menghadirkan berbagai kisah tokoh yang mengalami pengalaman batin serupa,
seperti Maryam, Nabi Yunus AS., dan Nabi Muhammad SAW. Pengalaman
tersebut menunjukkan bahwa kesepian merupakan bagian dari dinamika kehidupan
manusia yang memperoleh respons langsung dari Allah Swt. Oleh karena itu,
penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana Al-Qur’an memandang dan
merespons pengalaman kesepian melalui kisah-kisah tersebut.
Penelitian ini berfokus pada bentuk-bentuk pengalaman kesepian yang
dialami Maryam dalam Q.S. Maryam:23-26, Nabi Yunus AS. dalam Q.S. AlAnbiya’:87-88, dan Nabi Muhammad saw. dalam Q.S. Adh-Dhuha:3 berdasarkan
perspektif Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Munir karya Wahbah
al-Zuhaili. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk
pengalaman kesepian dalam kisah Al-Qur’an, menganalisis respons Al-Qur’an
terhadap pengalaman tersebut, serta menjelaskan relevansinya dengan fenomena
loneliness di era modern.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan kualitatif dan menggunakan metode tafsir tematik (maudhu’i) yang
mengadaptasi langkah-langkah Abd al-Hayy al-Farmawi. Data dianalisis
menggunakan teknik qualitative content analysis dengan mengidentifikasi makna
yang terkandung dalam penafsiran ayat, mengelompokkannya ke dalam kategori
tematik, mengklasifikasikan bentuk-bentuk loneliness berdasarkan teori Robert S.
Weiss, kemudian menyintesis pola-pola respons Al-Qur’an terhadap pengalaman
kesepian manusia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kesepian dalam Al-Qur’an
tidak hanya berupa kesendirian secara fisik, tetapi juga mencakup kesepian
emosional, sosial, dan spiritual. Maryam mengalami kesepian akibat tekanan sosial
dan emosional, Nabi Yunus AS. mengalami keterasingan yang mendorong refleksi
diri dan pertobatan, sedangkan Nabi Muhammad saw. mengalami kegelisahan
spiritual pada masa fatratul wahyi. Penelitian ini menemukan bahwa respons AlQur’an terhadap kesepian diwujudkan melalui tiga bentuk utama, yaitu penguatan
spiritual, penghiburan emosional, dan transformasi spiritual. Berbeda dengan teori
Weiss yang memandang kesepian dari aspek relasional, Al-Qur’an memberikan
perspektif yang lebih komprehensif dengan menempatkan kesepian sebagai
pengalaman yang dapat menjadi sarana pembentukan karakter, pendewasaan
spiritual, dan penguatan hubungan manusia dengan Allah Swt., sehingga tetap
relevan sebagai pedoman dalam menghadapi fenomena loneliness di era modern.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Aisyah Intan Salsabilla |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 07:09 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 07:09 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58475 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
