MODERNISASI ALAT TRANSPORTASI PERAHU NELAYAN DI PANTAI PAYANGAN DESA SUMBEREJO PADA TAHUN 1970-2019

Amalia, Lia Lu'lu'i (2026) MODERNISASI ALAT TRANSPORTASI PERAHU NELAYAN DI PANTAI PAYANGAN DESA SUMBEREJO PADA TAHUN 1970-2019. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Lia Lu'lu'i Amalia_222104040006.pdf

Download (6MB)

Abstract

Modernisasi Alat Transportasi Perahu Nelayan Di Pantai
Payangan Desa Sumberjo Pada Tahun 1970 – 2019
Masyarakat nelayan Pantai Payangan, Desa Sumberjo, Kabupaten Jember,
pada awal periode 1970-an masih mengandalkan perahu tradisional berbasis
tenaga angin dan dayung dalam aktivitas melaut. Keterbatasan teknologi
menyebabkan jangkauan tangkapan yang sempit, produktivitas rendah, dan
tingkat kesejahteraan yang terbatas. Kajian tentang proses modernisasi alat
transportasi perahu nelayan di wilayah pesisir selatan Jember ini belum banyak
dilakukan, sehingga penelitian ini hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut.
Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yakni apa yang
melatarbelakangi modernisasi alat transportasi perahu nelayan di Pantai Payangan
pada tahun 1970, dan bagaimana dampak modernisasi terhadap kehidupan
nelayan pada tahun 1970–2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar
belakang serta menganalisis dampak modernisasi terhadap aktivitas dan
kehidupan masyarakat nelayan di kawasan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup tahapan
heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi melalui kritik eksternal dan internal,
interpretasi, dan historiografi. Sumber primer diperoleh dari wawancara dengan
nelayan, tokoh masyarakat, pembuat perahu, serta arsip dokumen tertulis seperti
siaran pers Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Timur tahun 1979 dan Surat Izin
Kapal Perikanan tahun 1978. Sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan skripsi
yang relevan. Analisis dilakukan dengan menggunakan Teori Modernisasi yang
dikemukakan Wilbert E. Moore dan Teori Perubahan Sosial dari Selo
Soemardjan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi alat transportasi perahu
nelayan di Pantai Payangan dilatarbelakangi oleh kebijakan Blue Revolution atau
Revolusi Biru yang dicanangkan pemerintah Orde Baru dalam kerangka Repelita I
(1969–1974), yang mencakup motorisasi perahu, penyediaan kredit usaha (KIK
dan KMKP), serta pembangunan infrastruktur perikanan. Modernisasi tersebut
membawa dampak positif berupa peningkatan efisiensi waktu tempuh, perluasan
wilayah operasi (fishing ground), dan peningkatan kapasitas angkut hasil
tangkapan. Namun, di sisi lain, modernisasi juga memicu polarisasi sosial antara
nelayan pemilik modal (juragan) dan nelayan buruh (pandega/sawi), perubahan
sistem bagi hasil yang lebih kompleks, serta ketergantungan ekonomi melalui
sistem utang. Di tengah perubahan tersebut, masyarakat nelayan Pantai Payangan
tetap mempertahankan tradisi lokal seperti ritual Petik Laut dan pantangan melaut
pada hari-hari sakral, yang menunjukkan bahwa modernisasi tidak sepenuhnya
menghilangkan identitas budaya pesisir, melainkan berjalan berdampingan dengan
kearifan lokal hingga tahun 2019.

Kata Kunci : Modernisasi Transportasi, Perahu Nelayan, Desa Sumberejo

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210202 Heritage and Cultural Conservation
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Miss Lia Amalia
Date Deposited: 08 Jul 2026 07:34
Last Modified: 08 Jul 2026 07:34
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58478

Actions (login required)

View Item View Item