ADAT AGENTEH NYAMAH SAAT AKAD NIKAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF (STUDI FENOMENA MASYARAKAT MADURA DI AJUNG JEMBER)

Mukaromah, Ayu Lailatul (2026) ADAT AGENTEH NYAMAH SAAT AKAD NIKAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF (STUDI FENOMENA MASYARAKAT MADURA DI AJUNG JEMBER). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Ayu Lailatul Mukaromah_221102010056.pdf

Download (4MB)

Abstract

Ayu Lailatul Mukaromah, 2026: Adat Agenteh Nyamah Saat Akad Nikah Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif (Studi Fenomena Masyarakat Madura Di Ajung Jember).

Kata Kunci: Adat Agenteh Nyamah, Hukum Islam, Hukum Positif, Masyarakat Madura.

Adat Agenteh Nyamah merupakan adat yang dilakukan oleh masyarakat Madura pada saat akad nikah. Adat ini dilakukan karena adanya ketidakcocokan weton dari kedua calon pasangan, sehingga untuk menyesuaikannya dengan melaksanakan praktik adat Agenteh Nyamah agar kehidupan rumah tangga berjalan dengan baik dan terwujudnya keluarga sakinah.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana praktik adat Agenteh Nyamah saat akad nikah di masyarakat Madura Ajung Jember? 2) Bagaimana adat Agenteh Nyamah saat akad nikah menurut hukum Islam dan Undang-Undang Kependudukan? 3) Apakah adat Agenteh Nyamah saat akad nikah berdampak dalam mewujudkan keluarga sakinah?
Tujuan penelitian ini adalah:1) Untuk mengetahui praktik adat Agenteh Nyamah saat akad nikah di masyarakat Madura Ajung Jember. 2) Untuk mengetahui adat Agenteh Nyamah saat akad nikah menurut hukum Islam dan Undang-Undang Kependudukan. 3) Untuk mengetahui adat Agenteh Nyamah saat akad nikah berdampak dalam mewujudkan keluarga sakinah.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum, konseptual, dan perundang-undangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif, evaluatif, dan preskriptif.
Hasil penelitian ini menjelaskna bahwa: 1) Proses adat Agenteh Nyamah diawali dengan pertunangan hingga melakukan perhitungan weton, ketika terdapat ketidakcocokan weton masyarakat Madura Ajung melakukan adat Agenteh Nyamah untuk mencari kesesuaian nama diantara kedua calon pengantin melalui kiai atau ustadz, nama baru tersebut kemudian didoakan dalam selametan brokohan sebelum digunakan saat akad nikah. 2) Adat Agenteh Nyamah dalam perspektif hukum Islam diperbolehkan selama memenuhi rukun dan syarat pernikahan, dan secara pelaksanaannya berdasarkan teori Receptio a Contrario dan Al-Urf antara adat dan syariat Islam tidak bertentangan. Dalam hukum positif setiap perubahan nama seharusnya dicatatkan sesuai ketentuan Undang-Undang Administrasi Kependudukan, namun dalam masyarakat yang melakukan perubahan nama saat akad tanpa dicatatkan sesuai undang-undang yang berlaku. 3) Adat Agenteh Nyamah saat akad nikah memiliki dampak dalam kehidupan rumah tangga untuk mewujudkan keluarga sakinah, dan untuk mengetahui tolak ukur keluarga sakinah dapat dilihat melalui surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012829 Islamic Family Issues & Local Tradition
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ayu Lailatul Mukaromah
Date Deposited: 08 Jul 2026 07:43
Last Modified: 08 Jul 2026 07:43
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58499

Actions (login required)

View Item View Item