STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN AL-QURṬUBI DAN M. QURAISH SHIHAB TERHADAP QS. AN-NUR AYAT 32–33 TENTANG IDEALITAS WAKTU MENIKAH DI TENGAH FENOMENA RESESI PERNIKAHAN DI INDONESIA

UDEN, RIZAL (2026) STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN AL-QURṬUBI DAN M. QURAISH SHIHAB TERHADAP QS. AN-NUR AYAT 32–33 TENTANG IDEALITAS WAKTU MENIKAH DI TENGAH FENOMENA RESESI PERNIKAHAN DI INDONESIA. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN AL-QURṬUBI DAN M. QURAISH SHIHAB TERHADAP QS. AN-NUR AYAT 32–33 TENTANG IDEALITAS WAKTU MENIKAH DI TENGAH FENOMENA RESESI PERNIKAHAN DI INDONESIA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Rizaluden, 2026: Studi Komparatif Penafsiran Al-Qurṭubi dan M. Quraish Shihab terhadap QS. An-Nur Ayat 32–33 tentang Idealitas Waktu Menikah di Tengah Fenomena Resesi Pernikahan di Indonesia
Kata Kunci: Studi Komparatif, Al-Qurtubi, Quraish Shihab, QS. An-Nur: 32–33, Idealitas Waktu Menikah
Fenomena resesi pernikahan yang terjadi di Indonesia menunjukkan adanya penurunan angka pernikahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi, perubahan orientasi hidup, serta kesiapan mental dan sosial generasi muda. QS. An-Nur ayat 32–33 memberikan tuntunan mengenai anjuran menikah bagi orang yang telah mampu dan perintah menjaga kehormatan diri bagi yang belum mampu. Perbedaan penafsiran Imam Al-Qurṭubi dan M. Quraish Shihab terhadap ayat tersebut menarik untuk dikaji guna memahami idealitas waktu menikah serta relevansinya dengan fenomena resesi pernikahan di Indonesia.
Penelitian ini memiliki tiga fokus penelitian, yaitu: (1) mendeskripsikan penafsiran Imam Al-Qurṭubi dan M. Quraish Shihab terhadap QS. An-Nur ayat 32–33; (2) menganalisis persamaan dan perbedaan penafsiran keduanya mengenai idealitas waktu menikah; dan (3) menganalisis relevansi penafsiran Imam Al-Qurṭubi dan M. Quraish Shihab terhadap QS. An-Nur ayat 32–33 dalam memahami idealitas waktu menikah di tengah fenomena resesi pernikahan di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian adalah Tafsir Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān karya Imam Al-Qurṭubi dan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan sumber data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, serta publikasi yang berkaitan dengan maqāṣid al-syarī'ah, pernikahan dalam Islam, dan fenomena resesi pernikahan. Teknik pengumpulan data dan analisis data menggunakan metode deskriptif-komparatif dianalisis menggunakan teori maqāṣid al-syarī'ah berbasis sistem dari Jasser Auda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Al-Qurṭubi dan M. Quraish Shihab sama-sama memandang QS. An-Nur ayat 32–33 sebagai dasar anjuran menikah bagi orang yang telah memiliki kemampuan serta perintah menjaga kehormatan diri bagi yang belum mampu. Persamaan penafsiran keduanya terletak pada tujuan pernikahan sebagai sarana menjaga kehormatan, memelihara keturunan, dan mewujudkan kemaslahatan. Perbedaannya terletak pada penekanan makna kemampuan menikah, di mana Imam Al-Qurṭubi lebih menitikberatkan pada aspek hukum dan kemampuan finansial sebagai bentuk tanggung jawab nafkah, sedangkan M. Quraish Shihab memandang kemampuan menikah secara lebih komprehensif yang mencakup kesiapan finansial, mental, emosional, spiritual, dan sosial. Berdasarkan analisis menggunakan teori maqāṣid al-syarī'ah Jasser Auda, kedua penafsiran tersebut saling melengkapi dan tetap relevan dalam memahami idealitas waktu menikah di tengah fenomena resesi pernikahan, sehingga kesiapan menikah hendaknya dipahami secara multidimensional sesuai dengan tujuan syariat Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr Rizal Uden
Date Deposited: 09 Jul 2026 02:09
Last Modified: 09 Jul 2026 02:09
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58553

Actions (login required)

View Item View Item