MAULANA, IQBAL (2026) PERKEMBANGAN INDUSTRI PABRIK TEH DI KERTOWONO DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT TAHUN 1870-1942. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.
|
Text
SKRIPSI M. IQBAL FIX REVISI 2026 (3).pdf Download (3MB) |
Abstract
Perkebunan teh di Jawa Timur pada masa kolonial belum banyak mendapat perhatian dalam kajian sejarah ekonomi dibandingkan dengan wilayah Jawa Barat sebagai pusat produksi utama. Penelitian ini mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji Perkebunan Teh Kertowono di Lumajang dalam kurun 1870-1942, sebagai representasi kapitalisme agraria kolonial yang terintegrasi dalam jaringan ekonomi global.
Fokus penelitian diarahkan pada dua hal, yaitu proses perkembangan industri pabrik teh dari tahap pembukaan lahan hingga tahap operasional pabrik, serta dampaknya terhadap transformasi sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan perkembangan pabrik teh Kertowono dan menjelaskan pula bagaimana ekonomi-sosial masyarakat di sekitar pabrik teh Kertowono.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan memanfaatkan arsip kolonial, laporan pemerintah, surat kabar sezaman, serta koleksi foto dan peta. Analisis dilakukan dengan kerangka konseptual kapitalisme agraris dan stratifikasi sosial untuk membaca relasi kuasa, struktur tenaga kerja, serta perubahan sosial-ekonomi yang muncul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkebunan Kertowono, yang dikelola oleh NV Tiedeman dan Van Kerchem, diawali dengan budidaya kina dan kopi pada 1875, kemudian beralih ke teh sebagai komoditas utama pada 1910, dengan pabrik mulai beroperasi penuh pada 1917. Sistem produksi ditopang oleh struktur tenaga kerja hierarkis yang menempatkan administrator Eropa di puncak dan buruh pribumi di posisi subordinat melalui sistem kontrak dengan poenale sanctie. Arus migrasi dari Madura dan Jawa Tengah mengubah demografi lokal, sementara pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menunjukkan orientasi ekspor yang mengutamakan kelancaran distribusi ke pasar global.
Di sisi lain, keberadaan pabrik teh membentuk stratifikasi sosial yang tegas berdasarkan etnis dan jabatan, menciptakan ketergantungan ekonomi buruh terhadap perkebunan melalui sistem upah rendah dan pembayaran natura. Meskipun membuka lapangan kerja dan memicu ekonomi informal, peningkatan produksi tidak diikuti oleh kesejahteraan buruh, sehingga memperkuat ketimpangan struktural yang berlangsung secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Perkebunan Teh, Buruh, Kapitalisme Kolonial, Kertowono, Hindia-Belanda
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2101 Archaeology > 210108 Historical Archaeology (incl. Industrial Archaeology) |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Mr. Iqbal Maulana |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 02:15 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 02:15 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58558 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
