Jusiyanto, M.Koif (2026) Nusyuz Suami Dalam Perspektif Fikih Munakahat (Studi Kasus Di Dusun Pancuran Desa Sumberketempa Kecamatan Kalisat). Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
M. Koif Jusiyanto_204102010099.pdf Download (9MB) |
Abstract
Jusiyanto, M. Koif, 2025, “Nusyuz Suami Dalam Perspektif Fikih Munakahat (Studi Kasus Di Dusun Pancuran Desa Sumberketempa Kecamatan Kalisat)”
Kata Kunci/Keyword: Fikih Munakahat, Nusyuz Suami.
Nusyuz adalah tidak patuhnya suami isteri terhadap aturan-aturan dalam ikatan perjanjian yang disebut dengan pernikahan yang telah Allah tetapkan, tanpa alasan yang benar oleh syara‟. Nusyuz suami atau dengan kata lain keduharkaan suami terhadap Allah Swt karena meninggalkan kewajibannya terhadap isteri maupun keluarganya. Adapun nusyuz secara luas mempunyai arti segala perbuatan buruk yang dilakukan suami terhadap isterinya. Seperti halnya yang terjadi di dusun Pancuran, desa Sumberketempa, kecamatan Kalisat. Kabupaten Jember, Dimana seorang suami tidak melakukan prinsip mu‘asyarah bil ma‘ruf kepada istri dan keluarga. Padahal dalam fikih munakahat sudah diajarkan tentang hak dan kewajiban suami istri untuk meminimalisir timbulnya permasalahan dalam rumah tangga.
Berdasarkan pemaparan diatas fokus penelitian yang ingin diambil oleh peneliti Adalah, (1)Bagaimana proses terjadinya nusyuz oleh suami di dusun Pancuran desa Sumberketempa kecamatan Kalisat?, (2)Bagaimana perspektif fikih munakahat terhadap nusyuz suami di dusun Pancuran desa Sumberketempa kecamatan Kalisat?.
Untuk menjawab dari kedua rumusan masalah di atas peneliti menggunakan jenis penelitian Empiris dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara kepada pasangan suami nusyuz dan isterinya serta dokumentasi untuk menggali data kemudian menganalisis. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan fikih munakahat.
Kesimpulan dari pada penelitian adalah 1.) Proses terjadinya nusyuz oleh suami di Dusun Pancuran Desa Sumber Ketempa Kecamatan Kalisat berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Proses tersebut diawali dengan munculnya ketidakharmonisan dalam rumah tangga, seperti kurangnya komunikasi, berkurangnya perhatian, serta tidak terpenuhinya kebutuhan istri baik secara lahir maupun batin. 2.) Perspektif fikih munakahat terhadap nusyuz suami di dusun Pancuran desa Sumber Ketempa kecamatan Kalisat, dapat disimpulkan bahwa konsep nusyuz tidak hanya melekat pada istri, tetapi juga dapat dilakukan oleh suami. Dalam kajian fikih munakahat, Dan hal hal sebagaimana tersebut diatas terjadi di beberapa keluarga di dusun Pancuran desa Sumber Ketempa kecamatan Kalisat, nusyuz suami diartikan sebagai sikap tidak menjalankan kewajiban terhadap istri, seperti mengabaikan nafkah lahir dan batin, berlaku kasar, tidak adil, serta tidak memberikan perlindungan dan perhatian sehingga prinsip mu‘asyarah bil ma‘ruf tidak berjalan sebagaimana mestinya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | men M. Koif Jusiyanto |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 03:41 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 03:41 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58598 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
