Sandi, Muhammad (2026) Makna Nahr Dalam Surah Al-Baqarah Ayat 249: Analisis Semiotika Roland Barthes. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Muhammad Sandi_222104010008.pdf Download (3MB) |
Abstract
Muhammad Sandi, 2026: Makna Nahr Dalam Surah Al-Baqarah Ayat 249: Analisis Semiotika Roland Barthes
Kata kunci: kata nahr, ujian kehidupan, taat kepada pemimpin
Sejatinya al-Qur’an terdiri dari banyak tanda yang mengandung pesan dan hikmah tertentu guna diketahui maksud dan tujuannya. Kata Nahr dalam beberapa kitab tafsir dimaknai sama dan tidak jauh berbeda dengan teks yang tertulis yakni ujian. Ada yang memaknai sebagai ujian kesetiaan, ujian ketaatan dan ujian menghadapi gemerlapnya dunia. Penulis berasumsi bahwa nahr memiliki makna yang tidak terbatas pada pola harfiah saja melainkan terdapat makna yang lebih luas dan universal. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan guna menemukan makna yang berbeda pada kata nahr menggunakan semiotika Roland Barthes.
Fokus penelitian yang menjadi pembahasan dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana makna nahr jika dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes. 2) Apa pesan yang terkandung dalam kata nahr berdasarkan hasil analisis semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis kata nahr menggunakan semiotika Roland Barthes. 2) Mengungkap pesan yang terkandung dalam kata nahr berdasarkan hasil analisis semiotika Roland Barthes.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research). Sumber primer yang digunakan ialah al-Qur’an, kitab tafsir dan buku semiotika Roland Barthes, sedangkan sumber sekunder yang digunakan ialah artikel jurnal, kamus bahasa Arab dan literatur lain yang relevan. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari kedua sumber tersebut kemudian dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nahr secara denotasi bermakna tempat (sungai) yang memiliki aliran air deras, terbuka dan luas yang terletak di antara Yordania dan Palestina. Secara konotasi nahr memiliki tiga makna. Pertama, nahr menjadi simbol pengendalian diri dari hawa nafsu. Kedua, tempat pemisah antara pasukan yang taat dengan pasukan yang tidak taat kepada pemimpin. Ketiga, nahr menjadi simbol keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat. Secara mitologi nahr merepresentasikan kehidupan dunia dan melambangkan kualitas moral dan keimanan yang lebih diperhitungkan. Kemudian pesan yang terkandung ialah pertama, pesan pengendalian diri dari hawa nafsu. Kedua, pesan agar setiap manusia dapat menyeimbangkan kebutuhan duniawi dengan kebutuhan ukhrawi. Ketiga, pesan ketaatan kepada pemimpin selagi peraturan tidak melanggar al-Qur’an dan sunnah. Keempat, pesan agar tidak memiliki sifat serakah terhadap dunia
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Muhammad Sandi |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 03:52 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 03:52 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58603 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
