FAHRURI, PAHIM (2026) KIPRAH KIAI SALEH DALAM PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA KOLONIAL DI BANYUWANGI 1918-1951. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISALAM NEGERI KIAI HAJJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.
|
Text
Watermark-Skripsi Fahim akhir-1 (2).pdf Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang Kiprah Kiai Saleh Lateng dalam perkembangan Islam pada masa Kolonial Belanda di Banyuwangi tahun1918-1951. Latar belakang pada penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis ulama dalam proses Islamisasi, pembinaan umat, serta perlawanan terhadap kolonialisme melalui jalur pendidikan, dakwah, dan organisasi Islam. Kiai Saleh Lateng merupakan salah satu ulama kharismatik Banyuwangi yang tidak hanya berperan sebagai pendidik dan pemuka agama, melainkan juga sebagai tokoh pergerakan Islam dan nasionalisme pada masa penjajahan Adapun fokus penelitian ini ada dua yaitu :1) Bagaimana biografi dan latar belakang kehidupan Kiai Saleh Lateng? 2) Bagaimana kiprah Kiai Saleh dalam pengembangan Islam pada masa kolonial di Banyuwngi 1918-1951? Dengan adanya fokus penelitian yang telah dipaparkan, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk 1)Untuk mendeskripsikan biografi dan latar belakang kehidupan dari Kiai Saleh Lateng.2) Untuk mendeskripsikan bentuk kiprah Kiai Saleh dalam pengembangan islam pada masa kolonial di Banyuwangi tahun 1918-1951. Adapun metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan historis, yang mencakup tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, serta historiografi. Peneliti menggunakan metode sejarah berupa naskah, arsip serta buku-buku yang berkaitan. Penelitian ini merumuskan bahwa Kiai Saleh Lateng merupakan ulama kharismatik Banyuwangi yang mempunyai latar belakang pendidikan Islam yang kuat melalui perjalanan intelektual di pesantren dan Makkah. Sekembalinya ke Banyuwangi, beliau mendirikan Pondok Pesantren Lateng sebagai pusat pendidikan dan dakwah Islam. Kiprah Kiai Saleh dalam perkembangan Islam pada masa kolonial Banyuwangi tahun 1918–1951 terlihat melalui bidang pendidikan, dakwah, dan organisasi Islam. Beliau berperan dalam membina masyarakat, mempertahankan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, serta aktif dalam Sarekat Islam dan Nahdlatul Ulama. Selain itu, Kiai Saleh juga menunjukkan sikap tegas terhadap kolonialisme Belanda dengan menjaga kemandirian pesantren dan menolak pengaruh budaya kolonial. Kiai Saleh sebagai tokoh penting di Banyuwangi mendirikan pondok pesantren yang bernama "Pesantren Lateng" pada tahun 1902 sebagai tampat untuk mendidik generasi muda dalam ilmu agama. Salah satu ciri khas perjuangan Kiai Saleh Lateng adalah konsistensinya dalam bersikap terhadap penjajahan. Tekanan dan ancaman yang dihadapi Kiai Saleh Lateng dari pemerintah kolonial Belanda meliputi pengejaran oleh tentara dan intelijen Belanda karena perjuangannya mengawal kemerdekaan Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210202 Heritage and Cultural Conservation |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Pahim Fahruri |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 07:19 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 07:19 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58639 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
