Aminullah, Ahmad Fauzi (2026) POLITISASI AGAMA PERSPEKTIF AL-QUR’AN DALAM KAJIAN TAFSIR LISAN AFIFUDDIN DIMYATHI (GUS AWIS). Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq jember.
|
Text
Skripsi_Ahmad Fauzi_U20191133.pdf Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK
Ahmad Fauzi Aminullah, 2026: Politisasi Agama Perspektif Al-Qur’an dalam Kajian Tafsir Lisan Afifuddin Dimyathi (Gus Awis).
Kata kunci: Politisasi Agama, Tafsir Lisan
Maraknya penggunaan ayat, simbol, dan narasi keagamaan dalam ruang politik (politisasi agama) sering kali tidak disertai pemahaman kontekstual dan etika keagamaan yang memadai. Fenomena ini terus terjadi secara berulang, terutama dalam momentum pemilihan umum (pemilu). Politisasi agama umumnya dipandang sebagai praktik yang tidak dapat dibenarkan oleh sebagian tokoh agama. Gus Awis sebagai mufasir Nusantara justru memperbolehkan politisasi agama melalui penafsirannya terhadap ayat al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 119 dan Surah Al-Hasyr ayat 8.
Fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penafsiran Gus Awis terhadap ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan politisasi agama? 2) Bagaimana ciri kelisanan yang terdapat dalam penafsiran Gus Awis terhadap ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan politisasi agama? Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) Menguraikan penafsiran Gus Awis terhadap ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan politisasi agama. 2) Mendeskripsikan ciri kelisanan yang terdapat dalam penafsiran Gus Awis terhadap ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan politisasi agama.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data primer berupa video kajian Gus Awis berjudul “Kuliah Umum Ma’had Aly Pondok Lirboyo Prinsip Politik dalam al-Qur’an” yang dipublikasikan melalui kanal YouTube Pondok Lirboyo, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, artikel ilmiah, dan literatur lain yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan teori kelisanan Walter J. Ong.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Berdasarkan Surah At-Taubah ayat 119 dan Surah Al-Hasyr ayat 8, Gus Awis berpandangan bahwa politisasi agama diperbolehkan selama disertai penerapan nilai moral dan etika politik, di antaranya tidak disertai penghinaan terhadap lawan politik, penyebaran fitnah, penyerangan terhadap kehormatan pihak lain, atau penggunaan bahasa kebencian. 2) Ciri kelisanan yang terdapat dalam penafsiran Gus Awis yaitu bersifat aditif (lebih mengutamakan kenyamanan berbicara daripada menyesuaikan dengan kaidah kepenulisan), bersifat agregatif (penggunaan kiasan atau istilah), pengulangan kata atau kalimat yang telah disebutkan sebelumnya, dan cenderung menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Fauzi Abdul aziz |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 07:22 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 07:22 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58640 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
