Gereja Paroki Maria Bunda Karmel:Sejarah Awal Kristenisasi di Wilayah Kota Probolinggo 1924-1945

Putri, Wirda Ayu (2026) Gereja Paroki Maria Bunda Karmel:Sejarah Awal Kristenisasi di Wilayah Kota Probolinggo 1924-1945. Undergraduate thesis, UIN KH.Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Wirda Ayu Putri_211104040031.pdf

Download (2MB)

Abstract

Wirda Ayu Putri, 2026. “Gereja Paroki Maria Bunda Karmel: Sejarah Awal Kristenisasi di Wilayah Kota Probolinggo 1924-1945”
Awal Kristenisasi di Probolinggo pada periode 1924–1945 tidak dapat dipisahkan dari peran Pater Elias Wouters sebagai pastor pertama dan para misionaris Katolik yang datang sebagai bagian dari ekspansi misi Gereja Katolik di Jawa Timur. Pendirian Gereja Paroki Maria Bunda Karmel menjadi tonggak penting dalam pembentukan komunitas Katolik lokal, sekaligus memperkuat struktur kelembagaan Gereja Katolik di Probolinggo..
Fokus dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu: 1) Bagaimana sejarah berdirinya Gereja Paroki Maria Bunda Karmel Probolinggo pada masa Kolonial? 2) Bagaimana proses kristenisasi di wilayah kota Probolinggo 1924-1945? 3) Bagaimana dampak awal Kristenisasi terhadap masyarakat lokal? Berdasarkan Fokus penelitian tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui sejarah berdirinya Gereja Paroki Maria Bunda Karmel Probolinggo pada masa kolonial. 2) Untuk memaparkan proses kristenisasi di wilayah kota Probolinggo 1924-1945. 3) Bagaimana dampak awal Kristenisasi terhadap masyarakat lokal?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi beberapa tahap yaitu: pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Analisis didasarkan pada teori difusi budaya yang dicetuskan oleh Grafton Elliot, teori ini lebih fokus pada penyebaran unsur budaya melalui kontak antar wilayah dan penekanan pada aspek letak geografis budaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdirinya Gereja Paroki Maria Bunda Karmel di Probolinggo pada masa kolonial tidak terlepas dari perkembangan misi Katolik di Hindia Belanda sejak awal abad ke-20. Kehadiran pastor Pater Elias Wouters pada tahun 1924 menjadi titik awal terbentuknya komunitas Katolik yang kemudian berkembang dengan didirikannya gereja sebagai pusat ibadah. Proses Kristenisasi di kota Probolinggo dimulai pelayanan para misionaris yang didukung oleh pemerintah kolonial Belanda serta berkembang melalui bidang pendidikan, pelayanan sosial, dan kegiatan pastoral. Gereja Paroki menjadi pusat perkembangan agama katolik di kota Probolinggo dan berperan penting dalam pembentukan komunitas katolik setempat. Selain itu, proses awal Kristenisasi memberikan dampak terhadap masyarakat lokal, antar lain bertambahnya jumlah umat Katolik, berkembangnya lembaga pendidikan dan pelayanan sosial berbasis gereja, serta terjalinnya interaksi sosial yang mencerminkan kehidupan masyarakat yang majemuk. Meskipun terdapat berbagai tantangan pada masa pendudukan Jepang, komunitas Katolik tetap mampu mempertahankan eksistensinya.
Kata Kunci: Kristenisasi, Gereja Paroki, Probolinggo

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210202 Heritage and Cultural Conservation
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Mahasiswa Wirda Ayu Putri
Date Deposited: 09 Jul 2026 07:48
Last Modified: 09 Jul 2026 07:48
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58655

Actions (login required)

View Item View Item