DAMPAK RELOKASI TERMINAL COMBORAN KE GEBANG TERHADAP PERKEMBANGAN MORFOLOGI KOTA JEMBER TAHUN 1971-1976

Luqmanul Hakim, Muhammad (2026) DAMPAK RELOKASI TERMINAL COMBORAN KE GEBANG TERHADAP PERKEMBANGAN MORFOLOGI KOTA JEMBER TAHUN 1971-1976. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISALAM NEGERI KIAI HAJJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.

[img] Text
DAMPAK RELOKASI TERMINAL COMBORAN KE GEBANG TRBR.pdf

Download (3MB)

Abstract

Relokasi Terminal Comboran ke Gebang pada 1975 merupakan respons
terhadap tekanan urbanisasi yang mencapai titik kritis di pusat Kota Jember pada awal
1970-an. Terminal yang dibangun pada 1961, berdekatan dengan Pasar Tanjung,
mengalami kemacetan kronis dan kekacauan penggunaan ruang akibat pertumbuhan
penduduk (Kecamatan Jember mencapai 99.028 jiwa pada 1961 dan terus meningkat
pada dekade berikutnya). Keterbatasan lahan serta kebijakan penataan kota
administratif. Penelitian ini mengisi celah kajian tentang relokasi terminal di Jember
yang selama ini belum dikaji secara historis-morfologis.
Penelitian ini memiliki dua fokus utama: pertama, menganalisis proses
perpindahan Terminal Comboran berdasarkan pola morfologi kota pada periode 1971-
1976; kedua, mengkaji dampak perpindahan tersebut terhadap kondisi sosial-ekonomi
masyarakat Jember pada tahun 1976. Kedua fokus ini dijawab melalui analisis arsip,
peta periodik, dan sumber-sumber sezaman untuk merekam perubahan struktur ruang
dan dinamika sosial-ekonomi pasca-relokasi.
Penelitian menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, verifikasi
(kritik sumber eksternal dan internal), interpretasi, dan historiografi. Sumber primer
meliputi arsip Undang-undang Administratif Kota Jember 1976, peta 1971, dan peta
1976. Sumber sekunder meliputi buku, skripsi, dan jurnal terkait. Kerangka konseptual
menggunakan teori morfologi kota Ernest W. Burgess (model zona konsentris) dengan
konsep invasi dan suksesi untuk menganalisis pergeseran fungsi ruang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa relokasi Terminal Comboran ke Gebang
didorong oleh tiga faktor utama: kemacetan kronis di pusat kota, keterbatasan lahan
terminal, dan kebijakan penataan kota administratif. Proses pengambilan keputusan
dimulai pada 1973 dan diresmikan pada 1975. Relokasi mengubah struktur ruang Kota
Jember dari pola monosentris kompak menjadi polisentris dengan subpusat di Gebang,
di mana terjadi proses invasi fungsi perdagangan menggantikan fungsi transportasi di
Zona I (CBD) dan suksesi fungsi transportasi berpindah ke Zona V (Gebang), didukung
oleh adanya SK Keputusan Presiden PP Nomor 14 Tahun 1976 perihal penataan Kota
Administratif. Data BPS menunjukkan peningkatan jumlah penduduk Kabupaten
Jember dari 1.498.819 jiwa (1961) menjadi 1.706.271 jiwa (1971) dan 1.880.654 jiwa
(1980), yang mengindikasikan ekspansi permukiman di sekitar Gebang pasca-relokasi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210203 Materials Conservation
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Muhammad Luqmanul Hakim
Date Deposited: 09 Jul 2026 08:04
Last Modified: 09 Jul 2026 08:04
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58670

Actions (login required)

View Item View Item