PENCEGAHAN STUNTING DALAM AL-QUR’AN ANALISIS TAFSĪR FĪ ẒILĀL AL-QUR’ĀN PERSPEKTIF STRUKTURAL FUNGSIONAL TALCOTT PARSONS

As Shifa, Mei Najwa (2026) PENCEGAHAN STUNTING DALAM AL-QUR’AN ANALISIS TAFSĪR FĪ ẒILĀL AL-QUR’ĀN PERSPEKTIF STRUKTURAL FUNGSIONAL TALCOTT PARSONS. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Mei Najwa As Shifa.pdf

Download (1MB)

Abstract

Mei Najwa As Shifa: Pencegahan Stunting Dalam Al-Qur’an Analisis Tafsīr Fī
Ẓilāl Al-Qur’ān Perspektif Struktural Fungsional Talcott Parsons.
Kata kunci: Stunting, Tafsīr Fī Ẓilāl Al-Qur’ān, Struktural Fungsional
Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan pada anak yang
menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data survei status gizi Indonesia
(SSGI) 2024 prevelensi stunting nasional tercatat sebesar 19,8% dan di Kabupaten
Jember tercatat angka tertinggi se Jawa Timur yaitu 30,4%. Kondisi ini
menunjukan bahwa pendekatan medis dan kebijakan pemerintah saja tidak cukup
untuk menangani persoalan stunting ini, tetapi dibutuhkan kesadaran pada
masyarakat yang bersumber dengan nilai keagamaan sebagai pelengkap dari upaya
yang sudah ada.
Fokus skripsi ini adalah:1) Bagaimana penafsiran pada ayat-ayat tentang
tumbuh kembang anak untuk mencegah stunting dalam Tafsīr Fī Ẓilāl Al-Qur’ān
karya Sayyid Qutb; 2) Bagaimana nilai sosial dan moral dalam Tafsīr Fī Ẓilāl Al
Qur’ān karya Sayyid Qutb terhadap ayat-ayat tumbuh kembang anak dengan
menggunakan teori skema AGAIL Talcott Parsons yang dapat menjadi solusi
penanganan pencegahan stunting di Indonesia. Adapun tujuan skripsi ini 1)
Menjelaskan penafsiran terhadap ayat-ayat tumbuh kembang anak yang relevan
dengan pencegahan stunting dalam Tafsīr Fī Ẓilāl Al-Qur’ān; 2) Mengungkapkan
nilai sosial moral dalam Tafsīr Fī Ẓilāl Al-Qur’ān karya Sayyid Qutb dengan
menggunakan teori skema AGAIL Talcott Parsons sebagai solusi bagi penanganan
pencegahan stunting di Indonesia. Skripsi ini menggunakan jenis penelitian library
research dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir tematik (mauḍū‘ī)
berdasarkan langkah-langkah metodologis al-Farmawi. Analisis ini dilakukan
dengan mengkaji empat ayat al-Qur’an yang dihimpun yaitu, QS. al-Isra’ [17]:31,
QS. Al-An‘am [6]:151, QS. an-Nisa’ [4]:9, dan QS. al-Baqarah [2]:233, melalui
analisis Tafsīr Fī Ẓilāl Al-Qur’ān dengan pisau analisis teori stuktural fungsional
Talcot Parsons melalui skema AGIL.
Hasil skripsi ini ada dua temuan, yaitu: 1) Sayyid Qutb menafsirkan empat
ayat tersebut berkaitan dengan isu stunting QS. al-Isra’ [17]:31 dan QS. Al-An‘am
[6]:151 ditafsikan sebagai larangan menelantarkan anak karena takut kemiskinan.
QS. an-Nisa’ [4]:9 yang memuat konsep żurriyyatan ḍi‘āfan (generasi yang
lemah). QS. al-Baqarah [2]:233 ditafsirkan bahwa seorang ibu berkewajiban dalam
memenuhi ASI selama dua tahun dan apabila mereka bercerai tangung jawab ayah
tetap memeberi nafkah. 2) Nilai sosial yang terkandung dalam empat ayat tersebut
yang dapat menjadi solusi pencegahan stunting di Indonesia dalam struktural
fungsional skema AGIL talcot parsons yaitu, nilai tanggung jawab orang tua
(Latency), nilai perlindungan hak hidup anak (Adaptation), nilai keadilan sosial
(Integration), dan nilai perlindungan generasi sebagai tanggung jawab kolektif
(Goal Attainment). Keempat nilai ini membentuk kerangka yang komprehensif
yang menempatkan pencegahan stunting bukan hanya dari medis tetapi sebagai
tanggung jawab moral yang bersumber langsung dari orang tua.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Najwa Shifa
Date Deposited: 13 Jul 2026 02:08
Last Modified: 13 Jul 2026 02:08
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58685

Actions (login required)

View Item View Item