Kecantikan Digital dan Krisis Identitas: Telaah QS. At- Tīn: 4 dan QS. An-Nisā’: 119

Royani, Annisa Dila (2026) Kecantikan Digital dan Krisis Identitas: Telaah QS. At- Tīn: 4 dan QS. An-Nisā’: 119. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Annisa Dila Royani_222104010041.pdf

Download (1MB)

Abstract

Fenomena kecantikan digital di era media sosial membentuk standar kecantikan baru melalui penggunaan filter wajah, pengeditan visual, dan representasi tubuh ideal di ruang digital. Kondisi tersebut memengaruhi cara individu memandang dirinya sendiri hingga memunculkan body image negatif, ketidakpuasan terhadap tubuh, ketergantungan pada validasi sosial, serta krisis identitas diri. Penelitian ini berangkat dari pentingnya memahami fenomena tersebut melalui pendekatan psikologi dan nilai-nilai Al-Qur’an.
Fokus penelitian ini meliputi: 1) hubungan fenomena kecantikan digital dengan krisis identitas diri dalam kajian psikologi; 2) kontekstualisasi QS. At-Tīn: 4 dan QS. An-Nisā’: 119 terhadap fenomena kecantikan digital dalam pembentukan identitas diri; dan 3) solusi Qur’ani dalam mengatasi krisis identitas akibat tekanan standar kecantikan digital.
Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta metode tafsir tematik (Mauḍū‘ī). Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tafsir maqāṣidī Abdul Mustaqim dengan menekankan nilai kemaslahatan dan relevansi ayat terhadap realitas kontemporer. Sumber data primer skripsi ini adalah Al-Qur’an, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku psikologi, jurnal ilmiah, artikel, dan literatur yang relevan.
Hasil skripsi menunjukkan bahwa fenomena kecantikan digital dapat memengaruhi pembentukan identitas diri melalui proses perbandingan sosial dan konstruksi standar kecantikan yang tidak realistis. QS. At-Tīn: 4 menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk terbaik (aḥsani taqwīm) sehingga nilai manusia tidak hanya ditentukan oleh aspek fisik, melainkan juga kualitas moral dan spiritual. Sementara itu, QS. An-Nisā’: 119 dipahami sebagai peringatan terhadap penyimpangan dari fitrah manusia akibat dorongan hawa nafsu dan standar semu yang menjauhkan manusia dari penerimaan diri. Dengan demikian, Al-Qur’an menawarkan konsep penerimaan diri, kejujuran identitas, serta penjagaan fitrah sebagai solusi dalam menghadapi krisis identitas akibat tekanan kecantikan digital.
Kata Kunci: Kecantikan Digital, Krisis Identitas, QS. At-Tīn: 4, QS. An-Nisā’: 119.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170111 Psychology of Religion
17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170113 Social and Community Psychology
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Annisa Dila Royani
Date Deposited: 13 Jul 2026 02:08
Last Modified: 13 Jul 2026 02:08
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58690

Actions (login required)

View Item View Item