MODEL PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN MELALUI BADAN USAHA MILIK YAYASAN DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Syaikhul Alim, Muhammad (2026) MODEL PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN MELALUI BADAN USAHA MILIK YAYASAN DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM LUMAJANG. Masters thesis, universitas islam negeri kiai Haji Achmad siddiq jember.

[img] Text
Muhammad Syaihul Alim_233206060009.pdf

Download (5MB)

Abstract

Kata Kunci: Kemandirian Ekonomi, Pesantren, BUMY, Pengembangan Ekonomi,
SWOT.
Pesantren memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi melalui
pemanfaatan sumber daya santri, alumni, dan masyarakat sekitar. Namun, masih
banyak pesantren yang bergantung pada bantuan eksternal sehingga diperlukan
model pengembangan ekonomi yang mampu mendorong kemandirian lembaga
secara berkelanjutan. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lumajang merupakan
salah satu pesantren yang mengembangkan Badan Usaha Milik Yayasan (BUMY)
sebagai instrumen penguatan ekonomi pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk:
(1) menganalisis pengelolaan BUMY di Pondok Pesantren Miftahul Ulum
Lumajang, (2) mengkaji strategi pengembangan kemandirian ekonomi pesantren
dalam meningkatkan kesejahteraan pesantren, dan (3) mengidentifikasi tantangan
analisis SWOT dalam implementasi model kemandirian di Pondok Pesantren
Miftahul Ulum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan
data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara semi terstruktur, dan
dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengurus yayasan, pengelola BUMY,
serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan unit usaha pesantren. Analisis
data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan
diperkuat dengan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman dalam pengembangan ekonomi pesantren.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BUMY di Pondok
Pesantren Miftahul Ulum Lumajang dilakukan secara terorganisasi melalui
beberapa unit usaha yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa. Strategi
pengembangan kemandirian ekonomi dilakukan melalui optimalisasi potensi
santri dan alumni, penguatan manajemen usaha, perluasan jaringan kemitraan,
serta diversifikasi unit usaha. Keberadaan BUMY memberikan kontribusi
terhadap peningkatan pendapatan pesantren, mendukung pembiayaan operasional
lembaga, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan utama pesantren terletak pada jumlah
santri yang besar, dukungan alumni, dan kepercayaan masyarakat. Adapun
tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia profesional,
persaingan usaha, serta kebutuhan inovasi dan penguatan tata kelola. Oleh karena
itu, model pengembangan kemandirian ekonomi pesantren melalui BUMY dapat
menjadi alternatif strategis dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren
yang berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 14 ECONOMICS > 1401 Economic Theory > 140103 Mathematical Economics
Depositing User: Muhammad Syaikhul Alim
Date Deposited: 13 Jul 2026 02:17
Last Modified: 13 Jul 2026 02:18
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58698

Actions (login required)

View Item View Item