Rozi Zaini, Moh. Fakhrur (2026) Sejarah Warung Kelontong di Jember Studi Kasus Perkembangan Warung Kelontong Madura Tahun 1990-2022. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.
|
Text
WATERMARK-SEDANG NGOPI.pdf Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena ketahanan ekonomi sektor informal di tengah masifnya penetrasi kapitalisme ritel modern di wilayah urban Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi nasional seperti krisis moneter 1998, ekspansi ritel modern (Indomaret dan Alfamart), serta pandemi COVID-19, warung kelontong Madura tetap menunjukkan eksistensi dan resiliensinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan warung kelontong Madura di Kabupaten Jember tahun 1990-2022 serta peran komunitas Madura dalam mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan ritel modern. Fokus kajian ini diarahkan untuk menjawab dua rumusan masalah utama, yaitu: (1) bagaimana strategi adaptasi dan resiliensi warung kelontong Madura dalam mempertahankan kelangsungan usahanya sepanjang tahun 1990–2022 jika ditinjau dari perspektif etika subsistensi James C. Scott? dan (2) bagaimana peran serta optimalisasi modal sosial jaringan tretan dhibik (saudara sendiri) dalam memperkuat posisi ekonomi moral? Fokus penelitian ini adalah pada perkembangan historis warung kelontong Madura serta strategi adaptasi yang dilakukan komunitas Madura dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah (historis) yang terdiri atas empat tahapan sistematis, meliputi heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber internal dan eksternal), interpretasi (penafsiran data), dan historiografi (penulisan sejarah). Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dokumen arsip ekonomi daerah, studi literatur kontemporer, serta wawancara mendalam dengan para pemilik warung kelontong Madura, tokoh paguyuban perantau, dan konsumen lokal di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi warung Madura merefleksikan prinsip safety first (mengutamakan keselamatan ekonomi) melalui inovasi taktis yang dinamis, seperti operasional penuh 24 jam, fleksibilitas harga eceran, diversifikasi komoditas (Pertamini), hingga digitalisasi instrumen pembayaran pasca-pandemi COVID-19. Ketahanan ini diperkokoh oleh fungsi sosiokultural modal sosial tretan dhibik yang bertindak sebagai institusi ekonomi informal penyedia modal tanpa agunan, transfer keterampilan dagang, dan jaring pengaman sosial komunal. Lebih dari sekadar aktivitas komersial materialistis, operasional harian warung ini juga mengintegrasikan nilai ekonomi moral melalui sistem kredit domestik (utang) bagi pelanggan dan asimilasi bahasa dengan masyarakat Pandalungan, sehingga menciptakan loyalitas kultural yang memproteksi eksistensinya dari tekanan pasar bebas. Secara keseluruhan, integrasi strategi subsistensi dan modal sosial kekerabatan menjadi kunci utama resiliensi warung Madura sebagai pilar ekonomi rakyat yang adaptif terhadap modernisasi lokal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210202 Heritage and Cultural Conservation |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Moh. Fakhrur Rozi Zaini |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 03:23 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 03:23 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58732 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
