FENOMENA PENUNDAAN PERNIKAHAN DI ERA MEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (STUDI PADA GENERASI Z PENGGUNA TIKTOK DI KABUPATEN JEMBER)

Andini Choirunnisa, Ayu (2026) FENOMENA PENUNDAAN PERNIKAHAN DI ERA MEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (STUDI PADA GENERASI Z PENGGUNA TIKTOK DI KABUPATEN JEMBER). Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Skripsi Ayu Andini Choirunnisa_221102010041.pdf

Download (1MB)

Abstract

Ayu Andini Choirunnisa, 2026: Fenomena Penundaan Pernikahan di Era Media Sosial dalam Perspektif Maqashid Syariah (Studi pada Generasi Z Pengguna TikTok di Kabupaten Jember)
Kata kunci: Penundaan Pernikahan, Generasi Z, TikTok, Maqashid Syariah.
Penundaan pernikahan di kalangan Generasi Z merupakan isu hukum keluarga islam kontemporer yang semakin menghawatirkan, terutama konten- konten TikTok yang menampilkan tentang hubungan toxic relationship, KDRT, perceraian, single era yang menyenangkan. Konten-konten tersebut membentuk cara pandang Generasi Z terhadap pernikahan dan mendorong keputusan mereka untuk menunda menikah serta berpotensi bertentangan dengan tujuan-tujuan syariat islam.
Fokus penelitian nya yakni: (1) bagaimana peran konten TikTok dalam fenomena penundaan pernikahan Generasi Z di Kabupaten Jember? (2) bagaimana perspektif Maqashid Syariah terhadap fenomena penundaan pernikahan Generasi Z yang dipengaruhi konten TikTok?
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran konten TikTok dalam fenomena penundaan pernikahan Generasi Z di Kabupaten Jember. (2) Untuk menganalisis Maqashid Syariah terhadap fenomena penundaan pernikahan Generasi Z yang dipengaruhi konten TikTok.
Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu hukum empiris dengan pendekatan socio-legal. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, dan dokumentasi terhadap delapan informan generasi Z pengguna aktif TikTok yang berusia diatas 19 tahun yang berdomisili kabupaten jember dan seorang tokoh agama (ustadz) sebagai informan pendukung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok berperan sebagai pembentuk persepsi tentang pernikahan, sumber referensi standar kehidupan, dan pemicu rasa takut terhadap pernikahan. Ditinjau dari perspektif Maqashid Syariah, penundaan pernikahan yang alasannya masuk akal, ada batas waktu, dan tidak menimbulkan kemudharatan yang lebih besar masih bisa dibenarkan. Tapi kalau penundaannya sudah berujung pada perilaku yang dilarang syariat, membentuk standar yang tidak realistis, maka hal itu berlawanan dengan Maqashid Syariah, khususnya aspek hifdz al-din dan hifdz al-nasl. Jadi pada dasarnya hukum menunda pernikahan ini tergantung pada alasan, niat, dan dampak yang ditimbulkan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Nn Ayu Andini Choirunnisa
Date Deposited: 13 Jul 2026 07:09
Last Modified: 13 Jul 2026 07:09
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58795

Actions (login required)

View Item View Item