PERAN TEOLOGI AL MAUN KH AHMAD DAHLAN DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DI KAUMAN YOGYAKARTA TAHUN 1912-1923

HABIBI, IQBAL (2026) PERAN TEOLOGI AL MAUN KH AHMAD DAHLAN DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DI KAUMAN YOGYAKARTA TAHUN 1912-1923. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.

[img] Text
ALHAMDULLIAH finall (1) (2) (2).pdf

Download (3MB)

Abstract

Kauman Yogyakarta pada awal abad ke-20 yang mengalami kemiskinan struktural, keterbelakangan pendidikan, serta praktik keagamaan yang cenderung formalistik-ritualistik sehingga memerlukan paradigma teologis baru yang mampu menjawab persoalan sosial secara konkret. KH Ahmad Dahlan merespons kondisi tersebut dengan menggagas Teologi Al-Ma’un sebagai landasan gerakan pembaruan Islam yang transformatif. Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) bagaimana bangunan konsep Teologi Al-Ma’un KH Ahmad Dahlan; (2) apa saja tantangan dan hambatan dalam mengembangkan teologi tersebut di Kauman; (3) apa relevansi pemikiran teologi ini dengan gerakan pembangunan masyarakat modern. Fokus penelitian ini adalah pada periode 1912–1923 di Kampung Kauman, Yogyakarta, dengan tujuan menganalisis konsep Teologi Al-Ma’un, mengidentifikasi tantangan serta respon masyarakat terhadap penerapannya, dan menilai relevansinya untuk konteks kekinian. Penelitian ini menggunakan teori perubahan sosial untuk menganalisis dinamika transformasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sejarah melalui tahapan heuristik pengumpulan sumber primer dan sekunder, kritik sumber eksternal dan internal, interpretasi, serta historiografi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan tiga temuan utama. (1) Teologi Al-Ma’un merupakan teologi profetik-praksis yang menjadikan keimanan sebagai landasan ideologis sekaligus katalisator gerakan pembaruan sosial, diwujudkan melalui pendirian sekolah modern, lembaga filantropi (PKO), rumah sakit, serta pemberdayaan ekonomi berbasis batik. (2) implementasi teologi ini menghadapi berbagai tantangan, antara lain resistensi dari kalangan tradisionalis yang menganggap pembaruan KH Ahmad Dahlan sebagai bid’ah, keterbatasan finansial dan organisasi pada masa awal gerakan, kebijakan kolonial yang curiga terhadap gerakan Islam modernis, serta struktur sosial feodal masyarakat Kauman yang hierarkis. (3) Teologi Al-Ma’un terbukti relevan secara kuat karena berhasil mentransformasi masyarakat Kauman dari komunitas feodal-hierarkis menjadi masyarakat yang mandiri, egaliter, dan berorientasi pada kemajuan, dengan nilainilai keadilan sosial, emansipasi, pemberdayaan berbasis komunitas, serta integrasi ilmu dan agama yang tetap aktual hingga saat ini.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210202 Heritage and Cultural Conservation
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Mr. Iqbal Habibi
Date Deposited: 13 Jul 2026 07:18
Last Modified: 13 Jul 2026 07:18
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58801

Actions (login required)

View Item View Item