Analisis semiotika umberto eco terhadap shajarat al-khuld dan mulkin lā yablā dalam qs. ṭāhā [20]: 120

Pratiwi, Dian Rizqi (2026) Analisis semiotika umberto eco terhadap shajarat al-khuld dan mulkin lā yablā dalam qs. ṭāhā [20]: 120. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Dian Rizqi Pratiwi_222104010056.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 December 2027.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kata kunci: Al-Qur’an, QS. Ṭāhā [20]:120, semiotika, Umberto Eco, shajarat al-khuld, mulkin lā yablā.

Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hidup umat Islam, tetapi juga memiliki kemukjizatan dari aspek kebahasaan (i‘jāz al-Qur’an). Salah satu bentuk kekayaan makna al-Qur’an tampak dalam kisah Nabi Adam, khususnya QS. Ṭāhā [20]:120 yang memuat simbol shajarat al-khuld dan mulkin lā yablā. Kedua simbol tersebut tidak hanya dapat dipahami secara literal, tetapi juga mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan hasrat manusia terhadap keabadian dan kekuasaan. Pendekatan semiotika Umberto Eco dipandang relevan untuk mengungkap jaringan makna di balik simbol-simbol tersebut, karena memandang teks sebagai open work yang terbuka terhadap proses penafsiran.

Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana makna shajarat al-khuld dan mulkin lā yablā dalam QS. Ṭāhā [20]:120 dianalisis melalui semiotika signifikasi Umberto Eco; dan 2) Bagaimana proses komunikasi shajarat al-khuld dan mulkin lā yablā dalam QS. Ṭāhā [20]:120 melalui semiotika komunikasi Umberto Eco. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna shajarat al-khuld dan mulkin lā yablā melalui semiotika signifikasi Umberto Eco serta menganalisis proses komunikasinya melalui semiotika komunikasi Umberto Eco.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian berupa QS. Ṭāhā [20]:120, kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta karya Umberto Eco tentang semiotika. Adapun sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, skripsi, tesis, dan kamus bahasa Arab yang relevan dengan tema penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dalam semiotika signifikasi Umberto Eco, shajarat al-khuld merepresentasikan simbol keinginan manusia terhadap kehidupan abadi dan penolakan terhadap kefanaan, sedangkan mulkin lā yablā merepresentasikan ambisi manusia terhadap kekuasaan yang absolut dan tidak terbatas. Kedua tanda tersebut membentuk proses semiosis yang menghasilkan makna berlapis sesuai konteks pembaca dan realitas sosial; dan 2) Dalam semiotika komunikasi, kedua simbol tersebut menunjukkan relevansi pesan al-Qur’an dengan realitas kontemporer, seperti teknologi anti-aging, teknologi reproduksi, budaya popularitas digital, dan fenomena flexing. Penelitian ini menegaskan bahwa al-Qur’an tetap relevan sepanjang zaman (ṣāliḥ li kulli zamān wa makān) serta memberikan kesadaran kritis agar manusia tidak terjebak dalam ilusi keabadian dan kekuasaan yang bersifat fana.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Depositing User: Dian Rizqi Pratiwi
Date Deposited: 13 Jul 2026 08:02
Last Modified: 14 Jul 2026 04:15
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58828

Actions (login required)

View Item View Item