Efektivitas Kebijakan Program Sadel Cepak oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Menurunkan Angka Dispensasi Kawin di Kabupaten Lamongan Tahun 2025.

Damayanti, Annisa Nur Addini (2026) Efektivitas Kebijakan Program Sadel Cepak oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Menurunkan Angka Dispensasi Kawin di Kabupaten Lamongan Tahun 2025. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Annisa Nur Addini_221102010003.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kata Kunci: Efektivitas Hukum, Sadel Cepak, DP3A, Dispensasi Kawin, Pernikahan Anak.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka pernikahan anak di Kabupaten Lamongan jika dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Gresik dan Surabaya. Fenomena ini tetap marak meski pemerintah telah menetapkan batas minimal 19 tahun melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintahan Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) meluncurkan Program Sadel Cepak (Desa Model Cegah Pernikahan Anak) pada tahun 2023. Ketertarikan peneliti dalam mengambil judul ini didasarkan pada adanya kesenjangan antara regulasi yang telah ditetapkan dengan realitas di lapangan, serta pentingnya mengkaji sejauh mana program yang telah diluncurkan pemerintah daerah mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka dispensasi kawin. Selain itu, isu pernikahan anak dinilai memiliki urgensi tinggi karena berkaitan langsung dengan perlindungan hak anak, kondisi sosial masyarakat, serta keberlangsungan pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Fokus Penelitian pada penelitian: 1) Apa faktor penyebab tingginya angka Dispensasi kawin di Kabupaten Lamongan? 2) Bagaimana pelaksanaan Program Sadel Cepak oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Lamongan dalam menurunkan angka dispensasi kawin? 3) Bagaimana efektivitas Program Sadel Cepak oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Lamongan dalam menurunkan angka dispensasi kawin? Tujuan penelitian: 1) Mengetahui faktor penyebab tingginya angka Dispensasi kawin di Kabupaten Lamongan? 2)Mengetahui sejauh mana Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Lamongan dalam menurunkan angka dispensasi kawin. 3)Mengetahui seberapa efektivitas Program Sadel Cepak oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Lamongan dalam menurunkan angka dispensasi kawin.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori efektivitas hukum dari Soerjono Soekanto yang mencakup faktor hukum, faktor penegak hukum, sarana dan fasilitas, faktor masyarakat dan faktor budaya.
Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Sadel Cepak dilakukan melalui pembentukan enam desa model sebagai fokus utama sosialisasi edukasi kesehatan reproduksi dan resiko pernikahan anak. Selain itu. Secara statistik, program ini menunjukkan dampak positif dengan penurunan angka dispensasi kawin dari 462 kasus di tahun 2022 menjadi 163 kasus pada tahun 2025. Namun, efektivitas hukum di lapangan masih menghadapi tantangan pada faktor kebudayaan dan masyarakat, di mana anggapan pernikahan anak sebagai solusi ekonomi dan sosial masih melekat di daerah Lamongan terutama daerah pedesaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Annisa Nur Addinii Damayanti
Date Deposited: 13 Jul 2026 08:33
Last Modified: 13 Jul 2026 08:34
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58863

Actions (login required)

View Item View Item