Naila Rizqillah, Moh. Rifqi (2026) Korelasi Hadis Larangan Tidur Setelah Asar Dengan Kesehatan Mental. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
221104020011_Moh. Rifqi Naila Rizqillah.pdf Download (3MB) |
Abstract
Kata Kunci: Tidur setelah Asar, Hadis, Kesehatan Mental
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hadis Nabi Muhammad saw.
tentang larangan tidur setelah Asar serta berbagai kepercayaan masyarakat yang
menganggap bahwa tidur setelah Asar merupakan kebiasaan yang tidak baik dan
dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh maupun kesehatan mental.
Kebiasaan tidur setelah Asar sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan, seperti
pusing, sulit tidur pada malam hari, dan menurunnya daya ingat. Oleh karena itu,
penelitian ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara studi ilmu hadis dan
ilmu kesehatan modern dalam memahami makna larangan tidur setelah Asar
secara lebih komprehensif.
Fokus penelitian ini terdiri dari dua rumusan masalah, yaitu: (1)
bagaimana makna hadis larangan tidur setelah Asar, dan (2) bagaimana korelasi
antara makna hadis larangan tidur setelah Asar dengan kesehatan mental. Adapun
tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami makna hadis
tentang tidur setelah Asar serta mengetahui kaitan makna hadis tersebut dengan
dampaknya terhadap kesehatan mental.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library
research) dengan pendekatan kualitatif yang digunakan untuk menggali makna
hadis. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi, dan kritik
teks terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan tema tidur setelah Asar. Analisis
dilakukan dengan pendekatan tematik hadis (maudhu’i) untuk memahami hadis
secara tekstual dan kontekstual.
Berdasarkan hasil analisis terhadap hadis larangan tidur setelah Asar
melalui pendekatan tematik hadis serta korelasinya dengan kesehatan mental,
penelitian ini memperoleh beberapa poin utama yaitu: poin (1) bahwa Hadis
larangan tidur setelah Asar dipahami sebagai bentuk peringatan agar tidak
menjadikan tidur sore sebagai kebiasaan. Secara kebahasaan, lafaz نْ مَ
menunjukkan makna umum bagi seluruh manusia, lafaz دَعْ َب رِصْ َعْال menunjukkan
waktu setelah salat Asar hingga menjelang Magrib, sedangkan lafaz سَ لُِختْ ا
َع ْقلُهُ فَ
bermakna terganggunya akal atau pikiran seseorang. untuk poin (2) Korelasi
antara makna hadis larangan tidur setelah Asar dengan kesehatan mental dapat
dipahami melalui pengaruh kebiasaan tidur sore terhadap ritme biologis tubuh dan
kondisi psikologis seseorang. Tidur setelah Asar yang dilakukan secara berulang
dapat mengganggu ritme sirkadian, sehingga memengaruhi kualitas tidur pada
malam hari, menurunkan konsentrasi, melemahkan daya ingat, serta mengganggu
kestabilan emosi. Apabila kebiasaan tersebut berlangsung secara terus-menerus
dalam jangka panjang, risiko terjadinya gangguan psikologis, seperti stres,
kecemasan, hingga depresi, dapat meningkat dan pada akhirnya berdampak pada
kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, hadis larangan tidur setelah Asar
memiliki relevansi dengan kesehatan mental dan pentingnya menjaga pola hidup
yang seimbang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170101 Biological Psychology (Neuropsychology, Psychopharmacology, Physiological Psychology) 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170106 Health, Clinical and Counselling Psychology 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Moh Rifqi Naila Rizqillah |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 08:37 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 08:37 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58864 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
