Anggraini, Aisyah Dwi (2026) RAMALAN BINTANG DALAM TAFSIR AL-JĀMI‘ LI AHKĀM ALQUR’ĀN DAN RELEVANSINYA PADA ERA MODERN. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
SKRIPSI_AISYAH DWI ANGGRAINI_222104010055.pdf Download (1MB) |
Abstract
Kata Kunci: Imam Al-Qurthubi, Ramalan Bintang, Tafsir Al-Jāmi‘ Li Ahkām AlQur’ān, Perkara Gaib, Hermeneutika Gadamer
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena kepercayaan terhadap ramalan bintang di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan media sosial. Praktik ini tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga mulai dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan sikap dan keputusan hidup. Dalam perspektif Islam, hal tersebut berkaitan dengan persoalan akidah karena menyangkut klaim pengetahuan terhadap perkara ghaib yang secara tegas hanya menjadi hak Allah SWT. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji pandangan ulama tafsir klasik, khususnya Imam AlQurthubi, dalam menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan ramalan bintang.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah, yaitu: 1) bagaimana penafsiran praktik ramalan bintang dalam Tafsir Al-Jāmi‘ Li Ahkām Al-Qur’ān? 2) apa yang mempengaruhi penafsiran dalam Kitab Al-Jāmi‘ Li Ahkām Al-Qur’ān terhadap ramalan bintang? 3) bagaimana relevansi pesan dalam Tafsir Al-Jāmi‘ Li Ahkām Al-Qur’ān tentang praktik ramalan bintang terhadap generasi muda?
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer, khususnya konsep fusion of horizons, yang menghubungkan konteks historis penafsiran AlQurthubi dengan kondisi sosial kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Al-Qurthubi menafsirkan ayat-ayat tentang perkara ghaib sebagai penegasan bahwa hanya Allah SWT yang mengetahui hal-hal yang tidak dapat dijangkau manusia. Oleh karena itu, beliau menolak praktik ramalan bintang dan ilmu nujum karena dianggap bertentangan dengan prinsip tauhid serta dapat menyesatkan akidah manusia. Penafsiran tersebut tampak dalam penjelasannya terhadap QS. An-Naml: 65-66, QS. Luqman: 34, QS. Al-A‘raf: 188, QS. Al-Jinn: 26-27, dan QS. Al-An‘am: 59. Penafsirannya dipengaruhi oleh latar belakang sosial-keagamaan pada masanya yang masih diwarnai praktik ilmu nujum dan perdukunan, sehingga ia menekankan pentingnya menjaga kemurnian akidah. Relevansi pemikiran Al-Qurthubi dengan kondisi saat ini terlihat dari kesesuaiannya dalam memberikan kritik terhadap kepercayaan zodiak yang berkembang di media sosial, serta pentingnya membangun sikap kritis, rasional, dan berlandaskan nilai-nilai tauhid di kalangan generasi muda. Dengan demikian, penafsiran Al-Qurthubi tetap relevan sebagai pedoman dalam menghadapi fenomena kepercayaan terhadap ramalan bintang di era modern.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | S.Ag Aisyah Dwi Anggraini |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 06:48 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 06:48 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58960 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
