Kamilah, Majdah Aisyatul (2026) ANALISIS KRITIS ATAS SURAT AN-NUR AYAT 31 PERSPEKTIF SIMONE DE BEAUVOIR DAN AMINA WADUD. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.
|
Text
Majdah Aisyatul Kamilah 222104010048_.pdf Download (4MB) |
Abstract
Al-Quran An-Nur ayat 31 selama ini lebih sering dimaknai sebagai dasar normatif pengaturan aurat dan kesopanan perempuan. Namun, dalam praktik penafsiran, ayat tersebut kerap dibaca melalui konstruksi patriarki yang mereduksi
perempuan menjadi objek pengaturan. Persoalan ini menunjukkan bahwa problem utama bukan terletak pada teks Al-Qur'an, melainkan pada tradisi penafsiran yang dibentuk oleh konteks sosial, budaya, dan relasi kuasa.
Penelitian ini berangkat dari tiga rumusan masalah: (1) Bagaimana analisis QS. An-Nur ayat 31 dalam perspektif feminisme Simone de Beauvoir; (2) Bagaimana analisis QS. An-Nur ayat 31 dalam perspektif hermeneutika feminis Amina Wadud; dan (3) Bagaimana implikasi analisis QS. An-Nur ayat 31 terhadap pemaknaan posisi perempuan dalam relasi subjek–objek. Sejalan dengan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis QS. An�Nur ayat 31 melalui perspektif feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir dan
hermeneutika feminis Amina Wadud serta menjelaskan implikasi kedua perspektif tersebut terhadap rekonstruksi pemaknaan posisi perempuan dalam relasi subjek–objek.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian
kepustakaan (library research) melalui pendekatan deskriptif-analitis. Data primer diperoleh dari QS. An-Nur ayat 31, The Second Sex karya Simone de Beauvoir, dan Qur'an and Woman karya Amina Wadud, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai buku, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi kritis, serta penarikan
kesimpulan dengan mengkomparasikan perspektif Simone de Beauvoir dan Amina Wadud terhadap QS. An-Nur ayat 31.
Penelitian ini menyimpulkan: pertama, perspektif feminisme Simone de Beauvoir mengungkap bahwa problem pemaknaan QS. An-Nur ayat 31 terletak pada konstruksi patriarki yang mereduksi perempuan menjadi the Other, sehingga tubuh dan identitasnya diposisikan sebagai objek pengaturan. Kedua, perspektif hermeneutika feminis Amina Wadud menunjukkan bahwa ketidakadilan gender tidak bersumber dari teks Al-Qur'an, melainkan dari tradisi penafsiran yang dipengaruhi bias patriarki; melalui hermeneutika tauhid, QS. An-Nur ayat 31 dipahami sebagai ajaran etis yang menegaskan keadilan, kesalingan, dan kesetaraan martabat manusia. Ketiga, penelitian ini menegaskan bahwa QS. An�Nur ayat 31 tidak melegitimasi subordinasi perempuan, melainkan menjadi dasar
etik untuk merekonstruksi relasi laki-laki dan perempuan dari pola subjek–objek menuju relasi antarsubjek (subject-to-subject relationship) yang berlandaskan kesetaraan ontologis, kebebasan eksistensial, dan tanggung jawab moral.
Kata Kunci: QS. An-Nur ayat 31, Simone de Beauvoir, Amina Wadud, feminisme, perempuan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1699 Other Studies in Human Society > 169999 Studies in Human Society not elsewhere classified 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ms Majdah Aisyatul Kamilah |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 01:34 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 01:34 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58991 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
